Weichai Hibahkan Marine Engine ke PPNS

Sebagai institusi pendidikan vokasi, hubungan dengan industri memegang peranan yang vital. Dalam rangka mewujudkan hubungan education-industrial yang semakin baik, PPNS senantiasa aktif mencari dan mengembangkan potensi kerjasama dengan berbagai perusahaan. Salah satu perusahaan bidang marine engine yang terkemuka, Weichai Power memberikan hibah marine engine kepada Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

Tak hanya pemberian mesin, Weichai Power Indonesia dan PT. Indo Dongfeng Motor juga memberikan dukungan terhadap kualitas akademik dengan memberikan 12 kali kuliah tamu di PPNS. Jum’at, 28 April 2017 dilaksanakan tandatangan MoU antara PPNS dan Weichai Power Indonesia terkait kerjasama. Turut hadir dalam acara tersebut, direktur Mr. Tarmadi  selaku Direktur  PT. Indo Dongfeng Motor dan Mr. Ding Wei selaku Director Weichai Indonesia. Kerjasama ini tentu diharapkan menjadi salah satu bagian dari usaha PPNS untuk terus link and match dengan industri. Bagi Weichai sendiri, memberikan dukungan terhadap dunia pendidikan adalah bagian investasi ilmu pengetahuan untuk jangka panjang.

 

PPNS Raih Juara 3 Protokol Terbaik

 

Jika biasanya prestasi ditorehkan oleh mahasiswa, kali ini giliran unit kerja di PPNS yang menyumbang prestasi. PPNS berhasil meraih Juara 3 Protokol Terbaik di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam kategori Satker Politeknik. PPNS harus bersaing dengan hampir 42 Politeknik Negeri lainnya dalam kategori yang sama. Juara pertama dan kedua berturut-turut dimenangkan oleh Politeknik Negeri Cilacap, dan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Semoga prestasi yang diraih ini dapat memberi suntikan semangat bagi unit kerja di PPNS untuk terus mengembangkan diri dan berinovasi dalam rangka memberikan pelayanan terbaik.

 

 

Save

Save

7000 Pendaftar PMDK PPNS Ikuti Tes Skolastik

Pendaftar PPNS makin tahun makin meningkat. Tahun ini pendaftar PPNS melalui jalur PMDK PPNS mencapai 8000 calon mahasiswa baru. Jumlah pendaftar ini akan memperebutkan ±400 kursi kemudian diseleksi berdasarkan rapor, umur, dan persyaratan lainnya. 7000 siswa yang lolos akhirnya dapat mengikuti tes skolastik yang dilaksanakan tanggal 4-5 Februari 2017. Tes skolastik tak hanya dilaksanakan di kampus PPNS, tetapi juga di beberapa kota yang lain. Tes skolastik dilaksanakan di Jombang, Kediri, Probolinggo, Madiun, Tuban, dan Bojonegoro.

Hasil tes skolastik nantinya akan digabung dengan hasil wawancara. Jika lolos kedua tes tersebut, akan diambil sesuai dengan kuota masing-masing jurusan.

Presiden ADB Meresmikan Pusat Unggulan Teknologi di Politeknik

Presiden Asian Development Bank, Takehiko Nakao, mengunjungi PPNS  pada Kamis, 02 Februari 2017. Dari berbagai proyek ADB di Indonesia, Presiden ADB tertarik untuk mengunjungi perkembangan proyek PEDP (Polytechnic Education Development Project) yang didukung oleh ADB melalui Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Kunjungannya kali ini turut didampingi Prof. Intan Ahmad selaku Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti.

Beberapa program unggulan yang ingin dicapai dari PEDP adalah politeknik memiliki Pusat Unggulan Teknologi. Di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Presiden ADB menyempatkan diri untuk melihat beberapa inovasi dan  melihat Sertifikasi Welding Inspector mahasiswa Teknik Pengelasan. Presiden ADB juga turut meresmikan kapal alumunium sebagai produk pertama dari PUT PPNS.  Beliau cukup terkesan dengan politeknik di Indonesia dan tentu berharap politeknik di Indonesia makin berkembang.

Save

Kesan Exchange Student di PPNS : Teaching Skill-nya Luar Biasa

6 Mahasiswa University of Kuala Lumpur akhirnya dapat menyelesaikan studinya di PPNS. Mahasiswa tersebut mengikuti program pertukaran pelajar di PPNS selama 4 bulan atau 1 semester. 5 dari mahasiswa tersebut belajar di Prodi Teknik Pengelasan dan 1 orang di Prodi Teknik Otomasi. Di sela-sela acara pamitan dengan Direktur PPNS, mereka mengungkapkan kesannya selama belajar di PPNS.

“Dosen-dosen PPNS teknik mengajarnya sangat baik. They teach us from zero.  Kami yang awalnya tidak pandai mengelas, pulang menjadi pandai mengelas. Saya ingin sekali mengundang dosen-dosen PPNS untuk mengajar di kampus kami agar menularkan teknik mengajarnya.” Mereka mengungkapkan bahwa pengalaman belajar di PPNS sangat bermanfaat bagi dia. Banyak budaya belajar baru yang mereka dapatkan, salah satunya briefing dan berdoa bersama sebelum kelas dimulai dan diakhiri.

Salah satu mahasiswa, Mohammad Noor Afif bin Jamil, bahkan ingin sekali adiknya menjadi full-time student di PPNS selepas dia lulus SMA di Malaysia. Tak hanya itu, mereka juga mengungkapnya kesan yang sangat baik terhadap orang-orang Indonesia yang memang sangat ramah.

PUSKOM AWARD, Apresiasi untuk Pengguna Aplikasi TIK PPNS

UPT Pusat Komputer Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya memiliki program kerja untuk memberikan apresiasi kepada pengguna (user) aplikasi Teknologi Informasi di lingkungan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Pada penghujung tahun 2016 ini, telah dilakukan evaluasi terhadap penggunaan aplikasi dari beragam elemen (ormawa, dosen dan karyawan). Berikut adalah hasil evaluasi PUSKOM PPNS Award yang dibagi menjadi 3 (tiga) kategori :

1.Konten Website Ormawa Terbaik : Himpunan Mahasiswa Teknik Pengelasan (http://hima-tl.ppns.ac.id/)

2. Pengguna SIM Akademik Teraktif : Danis Maulana, S.T, MBA

3. Pemanfaatan Blog Dosen Terbaik : Didik Sukoco, S.T, M.T (http://lecturer.ppns.ac.id/didiksukoco)


Kami ucapkan selamat untuk para pemenang Puskom PPNS Award tahun 2016, semoga dapat memotivasi pengguna (user) lain untuk memanfaatkan Aplikasi Teknologi Informasi di lingkungan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

Workshop Industrial Advisory Board, Agar Lulusan PPNS Tetap Update dengan Industri

Lulusan perguruan tinggi kini dihadapkan pada tantangan akan perubahan teknologi yang sangat cepat. Dalam upayanya agar terus update dengan industri, PPNS menggelar acara tahunan Workshop Industrial Advisory Board (IAB) pada Sabtu, 17 Desember 2016 yang lalu. IAB dibentuk dan terus dikembangkan oleh PPNS agar kurikulum, dan lulusan yang dihasilkan dapat mengikuti perkembangan yang ada di industri. Pimpinan dari berbagai perusahaan hadir untuk memberi masukan bagi sistem pendidikan, dan capaian pembelajaran yang ada di PPNS.

Dua topik utama pada pertemuan kali ini adalah kurikulum atau capaian pembelajaran dan silabus dan pendirian Magister Sains Terapan. Setelah melaksanakan seminar, seluruh peserta dibagi menjadi 5 kelompok dan masing-masing mendapat topic pembahasan yang berbeda.

Salah satu masukan yang disampaikan datang dari Ibu Anita Puji dari PT. Adiluhung Sarana Segara. Beliau menyampaikan bahwa lulusan PPNS sudah cukup baik, memiliki skill yang cukup. Namun, ternyata beberapa teknologi yang diajarkan masih tergolong mendasar. “Mereka perlu mendapat pengetahuan tentang teknologi yang terkini di mesin kapal, khususnya yang terkait mesin-mesin yang sudah bersistem otomatisasi”, tambahnya.

Salah satu pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan oleh PPNS  adalah kemampuan presentasi, dan Bahasa Inggris. Saat ini, dua kemampuan tersebut tidak kalah penting dengan skill yang bersifat teknik.

Workshop IAB ini diharapkan akan terus berkesinambungan dan terus saling memberikan manfaat bagi PPNS dan industri.

Save

PPNS Jalin Kerjasama dengan Universitas Ciputra

Untuk meningkatkan kualitas lulusan, banyak upaya yang dapat dilakukan. Salah satunya melalui kerjasama. Program Studi Manajemen Bisnis telah menginisiasi kerjasama bidang entrepreneurship dengan Fakultas Manajemen dan Bisnis Universitas Ciputra. Kerjasama tersebut dimulai setelah Direktur PPNS, Ir. Eko Julianto, M.Sc., MRINA dan Dekan Fakultas Manajemen dan Bisnis Universitas Ciputra, Dr. Wirawan E. R, CMA, Ak, CA, menandatangani MoU dalam bidang enterpreneuship bertempat di PPNS.

Dalam diskusi kerjasama di PPNS dan Universitas Ciputra tersebut, telah ada beberapa gambaran langkah-langkah kerjasama. Salah satunya didasari oleh sulitnya inovasi kewirausahaan bidang perkapalan dan kemaritiman. Nantinya Universitas Ciputra yang memang fokus pada bidang entrepreneurship, akan membantu PPNS dalam bidang menciptakan teknopreneur bidang perkapalan dan industri penunjangnya.