Pengembangan Modul Ajar, Persiapan Jelang Teaching Factory

Sebagai salah satu upaya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, PPNS menggelar Workshop Pengembangan Modul Ajar pada Jurmat (22/06/2018). Workshop yang diadakan oleh Unit Pengkajian & Pengembangan Sistem Mutu Pembelajaran (UP2SMP) PPNS dan PIU PPNS dihadiri hampir 70 peserta yang berasal dari dosen berbagai program studi.

Wakil Direktur Bidang Akademik, Adi Wirawan Husodo, ST., MT menyampaikan bahwa pengembangan modul ajar salah satunya untuk memenuhi Permenristekdikti No. 55 No. 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. “Pengembangan modul ajar ini untuk mendukung Permenristekdikti tentang 1 SKS untuk vokasi”, ungkap Adi.

Sedangkan UP2SMP menyelenggarakan workshop ini sebagai persiapan pembelajaran berbasis teaching factory. “Workshop ini diadakan untuk menyelaraskan pemahaman penulis modul ajar tentang model pembelajaran berbasis teaching factory,” ungkap Anda Iviana Juniani, ST., MT  selaku kepala UP2SMP-PPNS.

Sebagai salah satu politeknik yang mendapatkan hibah Revitalisasi Politeknik, pembelajaran di politeknik diharapkan semirip mungkin dengan dunia industri. Modul ajar yang akan dibuat oleh para tim pengajar di PPNS ini akan disusun dengan konsep teaching factory. Ini berarti bahwa tim pembuat modul ajar akan menyusun modul dengan menggunakan industri sebagai referensi utama.

Output dari kegiatan ini adalah 30 modul ajar baru yang berbasis teaching factory. Untuk saat ini, kegiatan pembuatan modul ajar dengan sistem teaching factory akan fokus pada Program Studi di bawah Jurusan Teknik Permesinan Kapal dan Program Studi Teknik Desain dan Manufaktur. (nuh)