Pesan Cak Nun pada Mahasiswa di PPNS

Mahasiswa harus berani belajar, melakukan sesuatu tidak hanya untuk kepentingan jangka pendek. Tetapi juga untuk jangka panjang. Kita belajar dan menanam sesuatu yang mungkin saja baru bisa kita petik hasilnya 10 tahun atau 20 tahun yang akan datang.

Itu kata Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun saat mengisi acara pada Dies Natalis ke-29, Politek Perkapalan Negeri Surabaya, Minggu (18/9/2016) malam. Sekitar empat ribu mahasiswa dan masyarakat, tampak hadir memenuhi halaman kampus Sukolilo.

“Harus berani melakukan sesuatu yang berbeda. Jangan kayak anak sekarang, maunya semua yang dipelajari hanya untuk keperluan esok hari. Dan cara berpikir jangka pendek ini merajalalela,” tegas Cak Nun.

emha-ainun-nadjib-800x445Coba bayangkan, kata Cak Nun, kita ini bangsa besar, bangsa kuat. Kenapa sekarang banyak kalah dalam banyak hal. Akibatnya kita menjadi tidak mandiri. Hal ini juga disebabkan banyak orang hanya berpikir jangka pendek. Apalagi kapitalis sudah menjadi kekuatan yang masuk ke sendi sendi kehidupan.

“Ibaratnya Indonesia ini seperti janda yang punya dua suami. Amerika dan RRC. Jadi kita digilir. Atau satu menguasai pada satu sisi dan yang satunya menguasai sisi yang lain.”

cak-nun

Tapi itu posisi negara. Kalau person orang Indonesia sendiri, posisinya selalu eksis. Selalu kuat hadapi apapun. Kuat dan tahan banting. Karena kemana mana modalnya bismillah.

“Banyak anak anak muda berani nikah hanya modal bismillah. Kerjaan belum punya tetapi berani melamar. Dan ya diterima sama mertuanya,” tegas Cak Nun disambut tawa jamaah yang memenuhi halaman.

“Saya yakin, kata Cak Nun apa yang kalian pelajari malam ini atau dalam berbagai kesempatan lain diberbagi tempat, adalah tanaman subur yang akan kalian petik 10 atau 20 tahun mendatang. Daya tahan kalian sebagai anak muda Indonesia pertahankan” tegas Cak Nun.

Sumber diambil dari : http://porka.ppns.ac.id/pesan-cak-nun-kepada-mahasiswa-belajar-itu-jangan-hanya-untuk-keperluan-jangka-pendek/