Wisuda PPNS Ke-28, Wisuda Pertama 5 Prodi di PPNS

Wisuda merubah status dan tanggung jawab Anda. Begitulah salah satu kalimat yang disampaikan oleh Direktur Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya dalam sambutan Wisuda ke-28 yang dilaksanakan pada 6-7 Oktober 2018 di Grha Dewaruci.  Wisuda kali ini, PPNS meluluskan 816 orang dengan rincian 514 lulusan Diploma IV, 223 lulusan Diploma III,dan 79 lulusan Program Satu Tahun.

Gambar 1. Para Wisudawan Terbaik

Wisuda kali ini terbilang istimewa karena merupakan wisuda pertama dari 5 program studi, yakni : D4 Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal, D4 Teknik Kelistrikan Kapal, D4 Teknik Pengolahan Limbah, D4 Manajemen Bisnis, dan D4 Teknik Permesinan Kapal.

Dalam gelaran wisuda kali ini, ada 3 wisudawan terbaik dari program Diploma 4, Diploma 3, dan Diploma 1. Mereka adalah:

NO. NAMA KELAS BIDIKMISI IPK
1 M. Isanaini Hidayatulloh D4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja Ya 3.79
2 Fajar Roro Egi Pangesti D3 – Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal Ya 3.61
3 Alviandra Satya Dwi Putra D1 –Teknik Kelistrikan Kapal 3.56

 

M.Isanaini dan Fajar Roro adalah mahasiswa Bidik Misi. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa bidik misi adalah mahasiswa yang terpilih dan mampu berprestasi di tengah keterbatasan secara ekonomi.

Direktur PPNS, Ir.Eko Julianto, M.Sc. FRINA berpesan bahwa Keberhasilan yang bermakna adalah keberhasilan yang membawa kebaikan bagi orang lain. Kalau kita menengok pada kenyataan sosial, kita akan dapati bahwa tidak semua orang meraih keberhasilan dengan membawa kebaikan bagi orang lain. Tak hanya ilmu yang tinggi, tapi motivasi untuk bermanfaat bagi sekitar dan pribadi yang baik akan membawa para lulusan PPNS menjadi insan unggul yang berdaya saing.

[AUTOMATION WEEK 2018] Pendaftaran Lomba LKTI & Roboboat November 2018 Tingkat SMP dan SMA

AUTOMATION WEEK 2018 PROUDLY PRESENT: FIRE FIGHTING ROBOBOAT & LKTI
.
[FIRE FIGHTING ROBOBOAT]
Are you ready for National Roboboat Competition ??
Ini saatnya buat kalian siswa/i SMP/SMA/SMK/MA sederajat untuk menunjukan kemampuan kalian!
PERSYARATAN!
– Peserta FFR merupakan pelajar tingkat SMP/SMA/SMK/MA sederajat seluruh indonesia.
– Masing-masing tim maksimal terdiri dari 3 orang.
– Anggota tim berasal dari sekolah yang sama.
– Anggota tim tidak harus berasal dari angkatan yang sama.
.
TIMELINE
– Pendaftaran ( 10 September – 25 Oktober 2018 )
– Workshop & Techical Meeting ( 10 Nopember 2018 )
– Lomba FFR ( 15-16 Desember 2018 )
.
Kalian juga akan mendapat :
1. Workshop / pelatihan.
2. Mikrokontroller.
3. Komponen elektronika.
4. PCB.
5. Panduan program arduino.
.
REWARD
Juara 1,2,3 dan Best Design ( uang pembinaan, serifikat, dan trophy )
.
Yuk buruan daftarkan tim terbaik kalian 👊

[LKTI Automation Week 2018]
Are you ready for Nasional Write Competition ??
Ini saatnya buat kalian siswa/i SMP/SMA/SMK/MA sederajat untuk menunjukan kemampuan kalian!
.
.
Tema :
Implementasi hasil riset kelautan dan maritim serta penunjangnya

untuk meningkatkan perekonomian nasional.
Sub tema:
1. Pendidikan
2. Lingkungan.
3. Teknologi tepat guna.
4. Sumberdaya manusia.
5. Kesehatan
6. Ekonomi
7. Pariwisata dan budaya.
.
Persyaratan :
1. Peserta merupakan pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat seluruh Indonesia.
2. Masing-masing tim maksimal terdiri dari 3 orang.
3. Anggota tim harus berasal dari sekolah yang sama.
4. Karya harus bersifat original dan belum pernah menjuarai kompetisi serupa.
.
Timeline :
1. Pendaftaran dan pengumpulan abstrak ( 10 September – 20 Oktober )
2. Pengumuman lolos abstrak ( 29 Oktober )
3. Pengiriman karya tulis ( 29 Oktober – 15 November )
4. Pengumuman tahap final ( 20 November )
5. Tahap final / presentasi karya ( 16 Desember )
.
REWARD
Juara 1,2,3 ( Sertifikat , uang pembinaan & trophy )
Harapan 1 dan 2 ( Sertifikat , uang pembinaan )

More info :
Website : http://aw.ppns.ac.id/
Instagram : @automationweek
Youtube : Automation Week
Cp :
085232147614 ( fahmi )
081913913804 ( ayuk )
083854852951 ( rofiq )

 

PPNS Maritime Edu Park: Alternatif Wisata Edukasi Maritim di Surabaya

Dibandingkan dunia penerbangan atau militer, maritim nampaknya kalah populer. Cita-cita anak kecil biasanya berkutat menjadi pilot, TNI, guru, atau dokter. Tak banyak yang tau ada profesi pembuat kapal atau pelaut. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya membuka PPNS Maritime Edu Park, wisata edukasi bidang perkapalan dan maritim.

Senin (10/09), hampir 100 siswa-siswi dari TK Ya Bunayya berkunjung ke PPNS Maritime Edu Park. Sebelum berkeliling melihat pembuatan kapal, anak-anak dibekali tentang safety induction, atau informasi tentang keselamatan. Anak-anak diajari tentang peralatan keselamatan, salah satunya fungsi helm bila di dekat lab atau bengkel kerja.

Anak-anak diajak berkeliling ke pembuatan kapal alumunium dan diberi ilmu dasar tentang pembuatan kapal. Setelah berfoto-foto di bagian kapal alumunium, anak-anak diajak ke bengkel pembuatan kayu non-metal.

“Nah, desain kapal itu lancip di bagian bawah dan kanan kiri simetris. Jadi dia akan tetap seimbang di dalam air,” ungkap Fatulloh, salah satu ahli pembuat kapal di PPNS.

PPNS berharap nantinya makin banyak generasi muda yang cinta dan mau memajukan dunia kelautan di Indonesia. Bidang perkapalan butuh tenaga-tenaga muda yang kreatif dan bisa menghasilkan kapal-kapal yang kokoh dan mampu bersaing dengan negara lain.

“Indonesia ini negara kepualauan dengan luas laut yang lebih besar daripada daratan. Sudah seharusnya kita mendidik generasi muda tentang kelautan dan maritim. Kami ingin mengenalkan dunia maritim sejak dini,” ungkap Adi Wirawan Husodo, Wakil Direktur I PPNS.

Tak hanya bengkel pembuatan bengkel, agar anak-anak makin tertarik bermain sambil belajar, PPNS juga sedang menyiapkan beberapa permainan interaktif untuk para pengunjung. “Saat ini sudah 3 yang siap digunakan dari 5 yang direncanakan. Semoga segera dapat dilaunching untuk seluruh permainan untuk Maritime Edu Park. Bagi sekolah-sekolah mulai dari SD hingga universitas, kami siap menerima kunjungan anda”, ungkap Nurul Hidayati, Humas PPNS.

Career Coaching PPNS, Agar Calon Lulusan Makin Siap Terjun ke Dunia Professional

Salah satu kekhawatiran perguruan tinggi adalah tingkat penyerapan lulusan dan kepuasan pemakai lulusan. Untuk menjawab kekhawatiran itu, Job Placement Center-PPNS (JPC-PPNS) melaksanakan program career coaching untuk para calon lulusannya.

Program pendidikan di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya) didesain untuk diselesaikan dalam kurun waktu 6 semester (Ahli Madya) dan 8 semester (Sarjana Sains Terapan). Kedua program ini merupakan skema pendidikan tinggi yang berorentasi pada engineering technology implementation. Pendidikan ini mengedepankan kompetensi aplikatif di bidang tertentu serta karakter sumberdaya manusia berkualitas yang mampu berperan aktif di DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri).

Sebagai konsekuensi pembelajaran di kampus, PPNS harus memberikan bekal dan pendampingan tentang dunia karir/profesi. Pemikiran tentang berkarya, bekerja, berprofesi harus sudah disadari dengan baik sejak tahun pertama dan terus dimotivasi hingga fase terakhir pembelajaran. Untuk itulah, Career Coaching dianggap akan menjembatani proses dari akademik ke DUDI.

Career Coaching – PPNS dilaksanakan dalam 3 batch yakni pada 29-31 Agustus 2018 di PPNS. Lebih dari 500 calon lulusan yang mendaftar untuk mengikuti career coaching ini. Acara ini melibatkan pembicara dari PT. Samudera Sinar Abadi Shipyard, DPL, PT. SPIL, PT. Adaro Logistic and Energy. Tak hanya itu, puluhan alumni juga menjadi coach dalam acara ini.

“Harapan dari acara ini adalah kepuasan pemakai lulusan yang makin tinggi dibuktikan dengan kerjasama yang makin banyak terjalin dengan industri,” ungkap Ir. Ratna Budiawati, M.A, Kepala JPC PPNS.

Kegiatan career coaching bagi mahasiswa mencakup: coaching, mentoring, hingga counseling yang dimaksudkan untuk memudahkan para mahasiswa menata diri baik secara fisik dan mental untuk memasuki komunitas DUDI setelah menyelesaikan pendidikan di PPNS.

Pengukuhan Mahasiswa Baru, PPNS Siap Menelurkan Generasi Inovatif

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya menyambut putra-putri terbaik bangsa. Sebanyak 786 Mahasiswa Baru (Maba) tahun akademik 2018/2019 dikukuhkan oleh Direktur PPNS, Ir. Eko Julianto M.Sc., MRINA sebagai mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS). Pengukuhan dalam Sidang Terbuka Senat ini digelar di Grha Dewaruci, PPNS pada Kamis (30/8/2018). Ratusan mahasiswa ini tersebar dalam 14 Prodi, dengan rincian 539 orang program Sarjana Terapan (D4), 123 mahasiswa program Diploma III (D3), dan 124 mahasiswa program Diploma I (D1). Setelah melalui hampir 3 minggu masa pengenalan kampus dan pembinaan karakter di Pusdiklatsarmil, para mahasiswa baru ini diharapkan siap belajar dan berkarya.

Pengukuhan oleh Senat dan Pimpinan PPNS
Mahasiswa menyanyikan lagu Indonesia Raya

 

Perwakilan Maba untuk Pengukuhan Secara Simbolis

Dalam acara pengukuhan maba tersebut, bekal dan motivasi diberikan oleh Hamidah, S.ST selaku pembicara yang merupakan alumni Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal yang kini sukses menjadi komisaris PT. Samudera Sinar Abadi Shipyard.

Jumlah maba tahun ini memang menurun dibandingkan penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2017. Hal ini karena salah satu kebijakan untuk mengurangi kelas untuk beberapa program studi, salah satunya Program Studi Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pengurangan kelas ini bukan tanpa sebab. Demi memastikan bahwa angka lulusan tidak jenuh dan proses belajar mengajar tetap optimal, PPNS memilih untuk mengurangi kuota penerimaan mahasiswa baru.

“Tahun ini pendaftar ada 12.000, tentu PPNS sebenarnya bisa menerima lebih banyak. Namun agar kualitas tetap terjamin, kami memilih kuota dikurangi. Tahun depan bisa saja ditambah,” ungkap Eko Julianto, Direktur PPNS.

Dalam sambutannya, Direktur PPNS mengingatkan bahwa zaman sudah berubah.

“Mahasiswa harus siap beradaptasi dan menaklukkan tantangan,” ungkapnya.

Students Today, Leader Tomorrow. PPNS siap menelurkan generasi dengan karakter yang inovatif, responsif, kreatif dan berdaya saing serta menjadi bagian dalam proses mendorong peradaban bangsa yang bermartabat.