UPT Bahasa PPNS Menjadi Rujukan Politeknik Negeri Kupang

Lagi-lagi UPT Bahasa kedatangan tamu istimewa dari sesama Politeknik, dan kali ini adalah dari wilayah luar Jawa.  Ya, PPNS menyambut hangat kunjungan dari UPT Bahasa Politeknik Negeri Kupang yang berniat mengembangkan fasilitas dan meningkatkan kualitas UPT Bahasa Poltek Negeri Kupang yang masih baru/newborn. Studi banding yang berlangsung pada Selasa 15 Mei 2018 ini diharapkan dapat memberi masukan serta ide baru dalam pelaksanaan program di UPT Bahasa Poltek Negeri Kupang. Ibu Olivia dan Ibu Gloria yang mewakili UPT Bahasa Poltek Negeri Kupang ingin mengupas tuntas mengenai kegiatan pengembangan bahasa yang telah berjalan di UPT Bahasa PPNS.

Pada awal kunjungan berlangsung, Direktur PPNS, Bapak Ir. Eko Julianto beserta jajaran direksi berbagi ilmu dengan Ibu Olivia dan Ibu Gloria yang mewakili Poltek Negeri Kupang mengenai program Double Degree dengan pemerintah Taiwan dimana mahasiswa PPNS belajar 2 tahun di Taiwan dan 2 ahun di PPNS serta 1 tahun internship. Harapannya adalah Poltek Kupang juga dapat mengembangkan program yang sama.  Diskusi kemudian berlanjut, membahas mengenai Program kerja UPT Bahasa PPNS yang telah berjalan, diantaranya adalah kursus General English, kursus Bahasa Korea, Kursus Conversation untuk Tenaga Kependidikan, serta kursus TOEIC Preparation. Tak hanya itu,  Kepala UPT Bahasa PPNS, Ibu Lusia beserta staff administrasi dan beberapa dosen Bahasa Inggris PPNS juga memberi masukan mengenai perangkat pembelajaran seperti kurikulum, silabus, materi, dan metode, serta fasilitas pendukung yang digunakan di UPT Bahasa PPNS dalam melaksanakan program kursus.

Studi banding ini diharapkan mampu mensupport Poltek Negeri Kupang dalam mengembangkan UPT Bahasa. PPNS berharap kedepannya akan ada lagi kunjungan-kunjungan baru yang mutual dan mampu memberikan manfaat dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi di Indonesia.

Teknik Otomasi dan Teknik Kelistrikan Kapal Banjir Prestasi

Mahasiswa dari prodi Teknik Otomasi dan Teknik Kelistrikan Kapal menyumbangkan banyak prestasi atas nama PPNS. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Juara 2 dalam Lomba Scientific Writing Competition di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Atas namaDana Hartono (Teknik Kelistrikan Kapal) dan Irfan Kristiawan (Teknik Kelistrikan Kapal).

2.  Juara 3 Tingkat Nasional dalam ajang Electromedical Innovation Competition 2018 yang diadakan di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya kategori Life Support. Atas nama: Oktavian Bagas Dewa (Teknik Otomasi), Moch. Andika Haris Sahputera (Teknik Otomasi), Achmad Donni Wiratmoko (Teknik Otomasi)

3. Juara Harapan II Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) RWrC #5 di UKMF Penelitian FIP UNY atas nama Lutfi Mahendra Z (D4 Teknik Otomasi) dan Nurdin (D3 Teknik Kelistrikan Kapal).

 

Selamat! Semoga terus menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya!

Sertifikat Kompetensi Makin Penting, PPNS Siapkan Puluhan Asesor

Beberapa tahun mendatang, banyak perusahaan tidak akan lagi bertanya tentang ijazah. Tren ini meningkat, bahkan perusahaan besar seperti Google, Ernst and Young sudah memulai tidak mensyaratkan ijazah dalam mencari karyawan. Lalu apa yang diprioritaskan? Diantaranya adalah kompetensi dan softskills. Kompetensi dapat dibuktikan salah satunya melalui sertifikat kompetensi.

Gambar 1. Pelatihan Asesor Kompetensi Dosen PPNS oleh BNSP

Gambar 2. Pelatihan dan Sertifikasi untuk Mahasiswa Teknik Perpipaan

Melihat hal tersebut, PPNS merasa perlu untuk meningkatkan daya saing para lulusannya dengan cara membekali lulusan dengan sertifikat kompetensi. Salah satu keunggulan PPNS yang belum dimiliki politeknik atau perguruan tinggi lain adalah semua lulusan tak hanya mendapat ijazah melainkan juga akan dibekali sertifikat kompetensi. Bila sebelumnya beberapa lulusan program studi memiliki sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh PPNS (beberapa prodi menggunakan sertifikat dari BNSP dan Kemenaker), tahun ini diharapkan semua program studi dapat mengeluarkan sertifikat kompetensi dengan logo resmi BNSP.

Dalam mengupayakan hal tersebut, PPNS menggelar Pelatihan Asesor oleh BNSP pada hari Jumat (27/04). Pelatihan ini dibuka langsung oleh Ir. Drs. Asrizal Tatang dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Ir. Eko Julianto, M.Sc., MRINA selaku Direktur PPNS. Tak tanggung-tanggung, dosen yang diikutkan dalam pelatihan ini berjumlah 48 orang dari berbagai prodi. Jadi total dosen yang berstatus asesor nantinya berjumlah hampir 80 orang. Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari di PPNS dan Hotel Mercure Surabaya. Hasil dari pelatihan ini adalah dosen-dosen PPNS siap menjadi asesor bersertifikasi BNSP. Ini merupakan bagian dari program Polytechnic Education Development Project (PEDP) yang didanai Kemristekdikti. Skema Kompetensi juga telah disusun oleh seluruh program studi dan telah divalidasi BNSP sebelum siap digunakan untuk lulusan tahun 2018.  

Tidak hanya mahasiswa PPNS yang bisa mengikuti pelatihan dan uji kompetensi di PPNS, melainkan juga masyarakat umum. Masyarakat umum dapat mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi dengan mengunjungi laman ppns.ac.id untuk melihat jenis pelatihan yang diinginkan. Ayo bekali diri dengan sertifikat kompetensi agar daya saing makin tinggi!

NTU, Kampus No. 1 Taiwan, Ajak PPNS Kerjasama

National Taiwan University (NTU), perguruan tinggi No. 1 di Taiwan, Selasa (24/04) berkunjung ke PPNS. Delegasi NTU yang diwakili Prof. Shiu-Wu Chau dan Prof. Kung-Yen Lee dari Department of Engineering Science and Ocean Engineering ini berkunjung untuk mengajak kerjasama dengan PPNS.

Mereka melihat PPNS sebagai “focused university” yang berarti perguruan tinggi yang sangat fokus pada bidang tertentu. PPNS sendiri tentu melihat ini sebagai sebuah kesempatan besar. Tidak mudah untuk dapat bekerjasama dengan universitas kelas dunia seperti NTU.

Gambar 1. Foto Bersama Delegasi NTU dan PPNS

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Wakil Direktur PPNS, Ketua Jurusan, International Office, dan beberapa perwakilan dosen menyepakati beberapa hal, diantaranya:

1. Kerjasama Riset.
Salah satu poin penting yang disepakati dalam pertemuan ini adalah kerjasama bidang riset. Hal ini karena mereka datang dari bidang yang sama dengan PPNS. Kerjasama dengan dari NTU untuk beberapa bidang riset misalnya bidang perkapalan, Wind Turbine, Energy, dan lain-lain. Kerjasama ini akan diupayakan mendapatkan dukungan dari Ministry of Education dan Ministry of Science and Technology (MOST), Taiwan.
2. Student and Staff Exchange
Akan ada program Short Mobility Program untuk mahasiswa di bawah program TEEP @Asia dan Capstone. Program ini juga akan dibantu secara pendanaan oleh Ministry of Education Taiwan dan MOST Taiwan.
3. Beasiswa program Master dan Doktor
Yang paling ditunggu adalah kemudahan dan akses untuk studi lanjut di NTU. Bagi alumni PPNS untuk studi Master Program dan Dosen untuk studi lanjut Doktor di kampus ini.

Gambar 2. Kunjungan ke Bengkel untuk Melihat Pembuatan Kapal Ambulance

Tim PPNS Berhasil Sumbang Medali di NPEO 2018

Kabar menggembirakan datang dari tim PPNS yang sedang mengikuti National Polytechnic English Olympics (NPEO). NPEO 2018 yang dilaksanakan di Politeknik Pos Indonesia Bandung 14-20 April 2018 ini diikuti oleh 52 politeknik negeri dan swasta.


Tim PPNS berhasil menjadi juara beberapa kategori NPEO

Tim PPNS berhasil menyabet juara dalam beberapa kategori:

Nurul Noviandani : First Winner of Speech Competition
Meliana Frantika: 2nd rank of Novice for Speech Competition
Sultan Fat Ihza and Gangsar Satrio: 2nd Winner of Essay Writing Competition

Selamat untuk mahasiswa dan pembimbing yang berhasil menyumbangkan prestasi atas nama PPNS. Semoga prestasi ini menginspirasi mahasiswa PPNS untuk makin berprestasi.

POLTEKIP Belajar Pengelolaan Politeknik ke PPNS

Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), Kamis (19/04) mengunjungi PPNS. Kunjungan ini guna melaksanakan studi banding sistem pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan politeknik. Hadir dari Poltekip adalah Wadir I, Kaprodi, Kepala SPI, Kabag, Kasubag dan perwakilan dosen dan staf.
Sharing antara PPNS dan Poltekip ini mencakup banyak hal. Mulai dari perumusan standar kompetensi lulusan, tahapan akreditasi, bagaimana proses pengembangan penelitian, dan pengembangan politeknik secara umum. Direktur PPNS, Eko Julianto, menuturkan bahwa PPNS siap membantu Poltekip bila dibutuhkan. “Kalau bapak memerlukan pendamping atau konsultan, kami siap mengirimkan wakil kami kesana”, ungkapnya.
Sebagai politeknik kedinasan di bawah Kemenkumham, Poltekip merasa ‘baru’ di lingkungan Kemristekdikti.  “Meskipun secara usia kami sebenarnya sudah cukup lama, namun kami sangat baru sebagai politeknik di bawah Kemenristekdikti. Kami merasa perlu banyak belajar tentang pengelolaan politeknik kepada politeknik yang sudah berkembang dengan baik”, ungkap M. Akbar, Wakil Direktur I Poltekip.
Harapan dari pertemuan ini adalah saling memberikan manfaat dan memajukan politeknik di Indonesia. Politeknik sebagai salah satu tumpuan dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan skilfull harus mampu berkembang sesuai tuntutan zaman.

Tingkatkan Angka Technopreneur di Indonesia, PPNS loloskan 2 Proposal Bisnis di PPBT

Jumlah wirausaha di sebuah negara ikut menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dari total penduduk Indonesia, baru 3,1% yang merupakan wirausaha dan hanya 0.43% wirausaha berbasis teknologi. Masalahnya, seringkali start-up yang berasal dari perguruan tinggi

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menaikkan angka wirausaha berbasis teknologi adalah dengan menggelar Pogram Pengusaha Berbasis Teknologi (PPBT). Dimana program ini mengajak perguruan tinggi agar hasil inovasinya tak hanya sekedar riset yang berakhir di rak buku, melainkan menciptakan produk inovasi yang benar-benar siap dipasarkan di masyarakat. Melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, PPNS berhasil meloloskan 2 proposal untuk nantinya dibimbing di inkubator bisnis agar sampai pada tahap komersialisasi.

Judul yang lolos adalah:

  1. Safe Walk Petruk Sepatu Rehabilitasi Stroke dengan Modalitas TENS (Dr. Am Maisaroh D, M.Kes)
  2. Kursi Roda Otomatis Berbasis Android (Didik Sukoco, ST., MT)

Dua tenant tersebut diundang untuk mengikuti pelatihan PPBT. Pelatihan tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi pada Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi selama 6 hari mulai Senin-Sabtu (9-14/2018) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.

Selain pelatihan juga dilakukan penandatanganan kontrak antara Pejabat Pembuat Komitmen Program PPBT dengan Inkubator. Penandatanganan kontrak secara simbolis dilaksanakan hari kedua pelatihan, disaksikan Menristekdikti Prof Dr H Mohamad Nasir PhD.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Jumain Appe dalam sambutannya menyampaikan, saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks dan kompetitif. Dalam era Revolusi Industri 4.0 ini, inovasi teknologi dan sumber daya manusia (SDM) yang unggul adalah kunci utama menentukan daya saing bangsa.

Program PPBT nantinya akan membekali pendiri startup dengan pendanaan usaha, keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan sehingga dapat meminimalisir kegagalan dan menjadi startup yang berkualitas. Harapan dari program PPBT 2018 ini adalah makin banyak technopreneur yang tercetak dari perguruan tinggi dan menyumbang kemajuan bangsa.