Retooling Dosen Politeknik, Supaya Dosen Vokasi Makin Unggul

PPNS telah sukses menggelar pelatihan untuk dosen politeknik dari berbagai wilayah di Indonesia atau yang disebut Retooling Dosen Vokasi. Peserta berjumlah 18 orang yang merupakan dosen dari berbagai wilayah Indonesia. PPNS membuka pelatihan Welding Inspector CSWIP 2.0  bagi dosen di seluruh Indonesia.

Tujuan Program retooling dosen adalah sebagai berikut:

  1. meningkatkan kualitas dan kapabilitas dosen pendidikan tinggi vokasi sesuai dengan kompetensinya;
  2. meningkatkan kualitas institusi pendidikan tinggi vokasi dalam persiapan menghadapi globalisasi dan rintisan program Magister Terapan dan LSP/TUK;
  3. meningkatkan daya saing alumni pendidikan tinggi vokasi dalam bersaing mendapatkan pekerjaan secara global;
  4. Untuk mendorong keunggulan spesifik di masing2 perguruan tinggi sesuai dengan dan kebutuhan dunia usaha dan industri;

“Kalau dosen universitas didorong untuk makin banyak penelitian, maka dosen politeknik didorong untuk makin terampil atau skillful,” ungkap Arie Indartono selaku Ketua Panitia Retooling Dosen di PPNS.

 

Jika peserta mengikuti proses retooling dan lulus ujian, berikut adalah sertifikat yang akan didapatkan:

1.Sertifikat Attendance Program Retooling Preparation of WI – CSWIP 3.1 Examination dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ( jika kehadirannya lebih dari 95 %)

2.Sertifikat WI – BNSP Lembaga Sertifikasi Profesi Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ( jika lulus ujian WI BNSP)

3.Sertifikat Attendance WI – CSWIP dari TWI TECHNOLOGY (S.E. ASIAN). ( jika kehadiran selama sertifikasi 100 %)

4.Sertifikat Kelulusan WI – CSWIP 3.1 dari TWI TECHNOLOGY (S.E. ASIAN) namun menunggu proses evaluasi dari pihak TWI kurang lebih 1 bulan dari tanggal tes.

Seluruh calon lulusan PPNS Bersetifikat ETS TOEIC

Saat ini, UPT Bahasa PPNS telah mampu melaksanakan test ETS TOEIC.  ETS TOEIC  merupakan program wajib yang di berikan PPNS untuk para calon alumni untuk memiliki Kompetensi Bahasa Inggris secara Internasional. Sertifikat ETS TOEIC dapat di gunakan oleh calon alumni untuk bersaing mendapatkan posisi di perusahaan2 Internasional maupun multinasional baik di Indonesia maupun di luar negeri. Test ETS TOEIC ini berlangsung selama 2 hari yakni mulai 24-25 Juli 2018 mulai dari pukul 08.00 – 16.00 dan diikuti oleh seluruh mahasiswa D4 semua Program Studi semester 8 di PPNS.

Lintas Jenjang Berbeasiswa dari NTUST untuk Mahasiswa PPNS

PPNS makin banyak memiliki kerjasama dengan universitas luar negeri. Salah satunya adalah dengan NTUST. Sebagai salah satu almamater yang meluluskan beberapa dosen unggul PPNS, tak salah PPNS menyambut dengan gembira kerjasama antara PPNS dan National Taiwan University of Science and Technology – Mechanica Engineering (NTUST-ME).

Prof. Po Ting Lin sebagai perwakilan dari Department of Mechnical Engineering menawarkan program degree untuk lulusan D3 yang lanjut ke Bachelor di NTUST.  Tak hanya untuk mahasiswa D3, program ini juga ditawarkan untuk mahasiswa D4 yang sudah menyelesaikan tahun kedua. Program dari Jurusan Teknik Mesin – NTUST ini, juga menawarkan beasiswa untuk biaya kuliah. Kerjasama ini ditandai dengan Penandatanganan MoU antara PPNS dengan NTUST-ME.

Setelah penandatanganan MoU dengan NTUST, Prof. Po Ting Lin memberikan sosialisasi dan diskusi bersama mahasiswa yang tertarik mengikuti program ini. Hadir dalam acara ini sekitar 30 mahasiswa dari berbagai program studi. Banyak mahasiswa yang tertarik, namun belum dapat hadir karena minggu UAS. Jika mahasiswa PPNS tertarik untuk mengikuti program ini dan tertarik untuk mendaftar, segera datang ke International Office PPNS di Ged. Direktorat (Di sebelah BAUK). Batas pendaftaran di IO PPNS adalah tanggal 16 Juli 2018.

 

 

 

 

 

Go Global, Exchange dan Double Degree di KNU

Salah satu program yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa PPNS adalah Outbound Mobility khususnya ke luar negeri. Kali ini giliran Kunsan National University berbagi informasi mengenai biaya hidup, tuition fee, dan berbagai informasi lain yang dibutuhkan. KNU menjadi universitas di Korea yang akan menjadi pilihan untuk mobility program setelah Catholic University of Daegu yang sudah meluluskan hampir 19 mahasiswa Double Degree CUD-PPNS.
Kamis, 28 Juni 2018 PPNS kedatangan 3 professor dari KNU yang memberikan informasi secara langsung tentang Double Degree (DD) di KNU. Dalam acara ini hadir mahasiswa dan dosen sebagai peserta sosialisasi. Ada 1 mahasiswa PPNS yang sedang menempuh DD di KNU yang dijadikan contoh dan motivasi untuk mahasiswa PPNS yang hadir. Banyak pertanyaan yang muncul dari mahasiswa misalnya program studi yang sesuai untuk double degree.
Sebagai universitas negeri di Korea, KNU menawarkan banyak beasiswa. Biaya hidup di Kunsan juga tak semahal di Seoul atau di Pusan. Hal tersebut menjawab kegelisahan mahasiswa yang mengkhawatirkan tingginya biaya hidup di KNU. Bahkan untuk exchange, KNU menerapkan bebas SPP untuk mahasiswa PPNS yang mengikuti program pertukaran pelajar di sana.
Program DD ini akan difokuskan pada mahasiswa semester awal agar mempersiapkan diri lebih awal untuk kursus Bahasa Korea. (nuh)

Pengembangan Modul Ajar, Persiapan Jelang Teaching Factory

Sebagai salah satu upaya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, PPNS menggelar Workshop Pengembangan Modul Ajar pada Jurmat (22/06/2018). Workshop yang diadakan oleh Unit Pengkajian & Pengembangan Sistem Mutu Pembelajaran (UP2SMP) PPNS dan PIU PPNS dihadiri hampir 70 peserta yang berasal dari dosen berbagai program studi.

Wakil Direktur Bidang Akademik, Adi Wirawan Husodo, ST., MT menyampaikan bahwa pengembangan modul ajar salah satunya untuk memenuhi Permenristekdikti No. 55 No. 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. “Pengembangan modul ajar ini untuk mendukung Permenristekdikti tentang 1 SKS untuk vokasi”, ungkap Adi.

Sedangkan UP2SMP menyelenggarakan workshop ini sebagai persiapan pembelajaran berbasis teaching factory. “Workshop ini diadakan untuk menyelaraskan pemahaman penulis modul ajar tentang model pembelajaran berbasis teaching factory,” ungkap Anda Iviana Juniani, ST., MT  selaku kepala UP2SMP-PPNS.

Sebagai salah satu politeknik yang mendapatkan hibah Revitalisasi Politeknik, pembelajaran di politeknik diharapkan semirip mungkin dengan dunia industri. Modul ajar yang akan dibuat oleh para tim pengajar di PPNS ini akan disusun dengan konsep teaching factory. Ini berarti bahwa tim pembuat modul ajar akan menyusun modul dengan menggunakan industri sebagai referensi utama.

Output dari kegiatan ini adalah 30 modul ajar baru yang berbasis teaching factory. Untuk saat ini, kegiatan pembuatan modul ajar dengan sistem teaching factory akan fokus pada Program Studi di bawah Jurusan Teknik Permesinan Kapal dan Program Studi Teknik Desain dan Manufaktur. (nuh)

Halal bi Halal Keluarga PPNS, Pererat Silaturrahmi

Di hari pertama masuk kerja, Halal Bi Halal Keluarga Besar Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya digelar secara meriah. Mengundang seluruh dosen,  karyawan, beserta keluarga, Halal bi Halal menjadi ajang silaturrahmi bagi seluruh civitas akademika PPNS.

Acara ini berlangsung pada 21 Juni 2018 di Grha Dewaruci dengan dihadiri hampir 400 orang yang terdiri dari dosen dan seluruh karyawan PPNS. Turut mengundang dalam acara ini adalah Ustad H.Mohammad Syakir Ridlo MA sebagai penceramah. Tema Halal Bi Halal 1439 H PPNS adalah Halal Bi Halal untuk meningkatkan iman dan takwa dalam rangka menjalin kebersamaan di PPNS.

 

UPT Bahasa PPNS Menjadi Rujukan Politeknik Negeri Kupang

Lagi-lagi UPT Bahasa kedatangan tamu istimewa dari sesama Politeknik, dan kali ini adalah dari wilayah luar Jawa.  Ya, PPNS menyambut hangat kunjungan dari UPT Bahasa Politeknik Negeri Kupang yang berniat mengembangkan fasilitas dan meningkatkan kualitas UPT Bahasa Poltek Negeri Kupang yang masih baru/newborn. Studi banding yang berlangsung pada Selasa 15 Mei 2018 ini diharapkan dapat memberi masukan serta ide baru dalam pelaksanaan program di UPT Bahasa Poltek Negeri Kupang. Ibu Olivia dan Ibu Gloria yang mewakili UPT Bahasa Poltek Negeri Kupang ingin mengupas tuntas mengenai kegiatan pengembangan bahasa yang telah berjalan di UPT Bahasa PPNS.

Pada awal kunjungan berlangsung, Direktur PPNS, Bapak Ir. Eko Julianto beserta jajaran direksi berbagi ilmu dengan Ibu Olivia dan Ibu Gloria yang mewakili Poltek Negeri Kupang mengenai program Double Degree dengan pemerintah Taiwan dimana mahasiswa PPNS belajar 2 tahun di Taiwan dan 2 ahun di PPNS serta 1 tahun internship. Harapannya adalah Poltek Kupang juga dapat mengembangkan program yang sama.  Diskusi kemudian berlanjut, membahas mengenai Program kerja UPT Bahasa PPNS yang telah berjalan, diantaranya adalah kursus General English, kursus Bahasa Korea, Kursus Conversation untuk Tenaga Kependidikan, serta kursus TOEIC Preparation. Tak hanya itu,  Kepala UPT Bahasa PPNS, Ibu Lusia beserta staff administrasi dan beberapa dosen Bahasa Inggris PPNS juga memberi masukan mengenai perangkat pembelajaran seperti kurikulum, silabus, materi, dan metode, serta fasilitas pendukung yang digunakan di UPT Bahasa PPNS dalam melaksanakan program kursus.

Studi banding ini diharapkan mampu mensupport Poltek Negeri Kupang dalam mengembangkan UPT Bahasa. PPNS berharap kedepannya akan ada lagi kunjungan-kunjungan baru yang mutual dan mampu memberikan manfaat dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi di Indonesia.