PPNS Perkuat Komitmen Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi melalui Sosialisasi dan Internalisasi

Surabaya – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Internalisasi Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang diikuti oleh seluruh sivitas akademika PPNS.

Kegiatan diawali dengan pemutaran video Safety Induction sebagai bentuk komitmen PPNS dalam membangun budaya kerja yang mengedepankan keselamatan di lingkungan kampus. Selanjutnya, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan penayangan video pembangunan Zona Integritas PPNS yang menampilkan berbagai upaya dan capaian institusi dalam mewujudkan tata kelola yang profesional, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi.

Direktur PPNS kemudian menyampaikan sambutan sekaligus paparan mengenai perjalanan pembangunan Zona Integritas di lingkungan PPNS. Dalam paparannya, Direktur menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif dalam meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi, melainkan merupakan proses membangun budaya organisasi yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta pelayanan prima kepada masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pimpinan, tetapi juga memerlukan komitmen dan partisipasi aktif seluruh sivitas akademika. Integritas harus menjadi budaya kerja yang diterapkan dalam setiap proses pelayanan maupun pelaksanaan tugas sehari-hari,” ungkap Direktur PPNS.

Sebagai penguatan pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Mukharlis Junizal, S.Pd., M.Kes. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan konsep pembangunan Zona Integritas, strategi implementasi, indikator penilaian menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), serta pentingnya membangun budaya anti korupsi melalui perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set).

Narasumber juga mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas merupakan tanggung jawab bersama. Setiap individu memiliki peran dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, transparan, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Antusiasme peserta terlihat pada sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan dan masukan disampaikan terkait implementasi nilai-nilai integritas dalam pelayanan akademik, administrasi, maupun tata kelola kelembagaan. Diskusi berlangsung interaktif dan menjadi wadah untuk menyamakan persepsi serta memperkuat komitmen seluruh unit kerja dalam mendukung pembangunan Zona Integritas di PPNS.

Melalui kegiatan sosialisasi dan internalisasi ini, PPNS berharap seluruh sivitas akademika semakin memahami pentingnya penerapan nilai-nilai integritas dalam setiap aspek pekerjaan. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, PPNS optimistis dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola institusi serta mewujudkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan yang profesional, transparan, dan berintegritas kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *