Saat harga jeruk nipis anjlok, hasil panen sering kali hanya dijual sebagai buah segar dengan keuntungan yang minim. Kini, masyarakat Desa Kebonagung mulai belajar mengolahnya menjadi produk bernilai tambah berupa Lime Slice.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Program bertajuk REVITALIME: Penguatan Ekonomi Desa Kebonagung melalui Divertifikasi Produk Jeruk Nipis Berbasis Potensi Lokal dengan Pendekatan One Village One Product ini berfokus pada optimalisasi potensi jeruk nipis sebagai komoditas unggulan desa menjadi berbagai produk bernilai tambah. Pelaksanaan program ini mendapat pendampingan penuh oleh Ibu Ovi Prina Gastriani, S.T., M.M., selaku dosen pembimbing.
Kegiatan pelatihan pembuatan Lime Slice (jeruk nipis iris) dilaksanakan pada Jumat (10/07/2026) di Balai Desa Kebonagung dan diikuti oleh 25 ibu-ibu PKK Desa Kebonagung sebagai sasaran program. Pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian implementasi Program REVITALIME yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas jeruk nipis melalui pengolahan menjadi produk bernilai jual.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pendampingan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengirisan yang sesuai standar, penyusunan irisan pada rak dehydrator, pengoperasian alat, pengaturan suhu dan waktu pengeringan, hingga pengendalian mutu hasil akhir. Rangkaian kegiatan ini menjadi bentuk transfer teknologi sederhana agar masyarakat mampu memproduksi Lime Slice secara mandiri dengan kualitas yang baik.
Pelatihan berlangsung secara interaktif. Setelah pemaparan materi, peserta secara bergantian mempraktikkan setiap tahapan pembuatan Lime Slice dengan didampingi oleh tim pelaksana. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan mengenai teknik pengeringan, standar kualitas produk, hingga peluang pemasaran hasil olahan jeruk nipis.
Ketua Tim PPK Ormawa BEM PPNS, Siti Attahira, menjelaskan bahwa pelatihan pembuatan Lime Slice merupakan tahapan awal dalam pengembangan produk olahan jeruk nipis di Desa Kebonagung. Menurutnya, masyarakat tidak hanya akan didampingi dalam proses produksi, tetapi juga pada aspek pengemasan, legalitas usaha, hingga strategi pemasaran agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa.
Sementara itu, Rifqi Abid dan Maulana Arfa selaku pemateri menyampaikan bahwa Lime Slice dipilih sebagai produk awal karena proses pembuatannya relatif sederhana, mudah dipraktikkan oleh masyarakat, serta memiliki potensi pasar yang baik. Mereka menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada praktik produksi, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai standar kualitas agar produk yang dihasilkan memiliki mutu yang konsisten.
Ketua PKK Desa Kebonagung, Ibu Emi, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran mahasiswa PPNS yang telah memberikan pendampingan kepada masyarakat melalui Program PPK Ormawa. “Kami bersyukur adik-adik mahasiswa dari PPNS hadir di Desa Kebonagung dan berbagi ilmu kepada kami. Pelatihan ini memberikan keterampilan baru yang bisa kami praktikkan untuk mengolah jeruk nipis menjadi produk yang lebih bernilai. Semoga ilmu yang diberikan dapat terus kami kembangkan sehingga mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Ibu Ami.
Salah satu peserta pelatihan, Ibu Hima, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengolah jeruk nipis. “Selama ini jeruk nipis hanya kami jual dalam bentuk segar. Melalui pelatihan ini, kami jadi mengetahui cara mengolahnya menjadi Lime Slice yang lebih tahan lama dan memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujar Ibu Ima. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan bersama anggota PKK lainnya sehingga mampu meningkatkan perekonomian keluarga.
Sementara itu, Dosen Pendamping Program PPK Ormawa BEM PPNS, Ovi Prina Gastriani, S.T., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan masyarakat setelah program berakhir. Menurutnya, Program REVITALIME dirancang untuk mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi jeruk nipis menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing di pasar. “Kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting agar manfaat program dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Tim PPK Ormawa BEM PPNS berharap masyarakat Desa Kebonagung mampu mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh menjadi usaha produktif berbasis potensi lokal. Pendampingan akan terus dilakukan selama pelaksanaan Program REVITALIME, mulai dari pengembangan produk, pengemasan, legalitas usaha, hingga strategi pemasaran. Dengan demikian, pengolahan jeruk nipis menjadi Lime Slice diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga membuka peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kebonagung.
Instagram: @ppko.bemppns
Youtube: @PPKOBEMPPNS2026
Tiktok: @ppko.bemppns


