
Surabaya, PPNS – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) sukses menyelenggarakan Marine Eco Summer Camp 2026 pada 19–28 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Clean Ocean, Sustainable Future”. Selama sepuluh hari, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan pembelajaran akademik, pengenalan budaya, eksplorasi lingkungan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Campus Tour dan sesi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Melalui kegiatan tersebut, peserta berkesempatan mengenal lingkungan PPNS sekaligus mempelajari Bahasa Indonesia sebagai bagian dari pengalaman interaksi lintas budaya.
Memasuki kegiatan berikutnya, peserta mendapatkan materi mengenai waste management dan praktik langsung membuat komposter. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah organik sekaligus memperkenalkan solusi sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Pengalaman peserta kemudian dilanjutkan dengan mengenal sejarah dan kehidupan Kota Surabaya melalui kunjungan ke Museum Tugu Pahlawan dan kegiatan Surabaya Sightseeing and City Tour (SSCT). Tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai sejarah kota, peserta juga diajak melihat secara langsung berbagai sisi Kota Surabaya.
Salah satu rangkaian utama PPNS Summer Camp 2026 adalah kegiatan pengabdian masyarakat di Gili Ketapang, Probolinggo. Dalam kegiatan ini, peserta turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengolahan sampah makanan serta menyerahkan fasilitas komposter yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan sampah organik. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata penerapan pengetahuan yang telah diperoleh selama program sekaligus mendorong kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Selain kegiatan pengabdian, peserta juga mendapatkan pengalaman menjelajahi kekayaan alam Indonesia melalui kegiatan off-campus di Gunung Bromo. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan edukasi ekologi di kawasan Mangrove Gunung Anyar, Surabaya, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih jauh fungsi ekosistem mangrove dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Tidak hanya berfokus pada lingkungan, PPNS Summer Camp juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Dalam Cultural Session, peserta belajar Tari Remo, angklung, serta mengikuti keychain workshop. Kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman interaktif yang mempererat hubungan antarpeserta sekaligus memperkenalkan seni dan kreativitas khas Indonesia.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Farewell Ceremony sebelum peserta kembali ke negara masing-masing. Sepuluh hari perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang tidak hanya memperkaya wawasan akademik dan lingkungan, tetapi juga membuka ruang bagi terbentuknya persahabatan dan kolaborasi lintas negara.
Melalui PPNS Summer Camp 2026, PPNS terus mendorong pembelajaran yang tidak terbatas pada ruang kelas. Perpaduan antara pendidikan, budaya, lingkungan, dan pengabdian masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan generasi muda yang memiliki wawasan global sekaligus kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
