PPNS Menjadi Politeknik Peringkat Terbaik di Webometrics

Peringkat Webometrics PPNS mengalami peningkatan yang drastis pada penilaian periode Januari 2017. PPNS berada pada posisi ranking ke-58 Se-Indonesia. Hasil ini menjadikan PPNS sebagai Politeknik dengan peringkat terbaik di Indonesia untuk periode ini.

Untuk diketahui bersama, Webometrics adalah salah satu perangkat atau sistem untuk memberikan penilaian terhadap kemajuan seluruh universitas atau perguruan tinggi terbaik di dunia melalui website universitas tersebut. Sebagai alat ukur (Webomatrics) sudah mendapat pengakuan dunia termasuk di Indonesia. Peringkat Webometrics pertama kali diluncurkan pada tahun 2004 oleh Laboratorium Cybermetric milik The Consejo Superior de Investigaciones  Cientificas (CSIC). CSIC merupakan lembaga penelitian terbesar di Spanyol. Secara berkala peringkat webometrics diterbitkan setiap 6 bulan sekali pada bulan Januari dan Juli. Detil rangking dapat dilihat di laman resmi webometrics http://www.webometrics.info/en/Asia/Indonesia%20

Press release webometrics : http://www.webometrics.info/en/node/178

Save

7000 Pendaftar PMDK PPNS Ikuti Tes Skolastik

Pendaftar PPNS makin tahun makin meningkat. Tahun ini pendaftar PPNS melalui jalur PMDK PPNS mencapai 8000 calon mahasiswa baru. Jumlah pendaftar ini akan memperebutkan ±400 kursi kemudian diseleksi berdasarkan rapor, umur, dan persyaratan lainnya. 7000 siswa yang lolos akhirnya dapat mengikuti tes skolastik yang dilaksanakan tanggal 4-5 Februari 2017. Tes skolastik tak hanya dilaksanakan di kampus PPNS, tetapi juga di beberapa kota yang lain. Tes skolastik dilaksanakan di Jombang, Kediri, Probolinggo, Madiun, Tuban, dan Bojonegoro.

Hasil tes skolastik nantinya akan digabung dengan hasil wawancara. Jika lolos kedua tes tersebut, akan diambil sesuai dengan kuota masing-masing jurusan.

ESP Workshop for English Lecturer in PPNS

 

Language Center of PPNS under the authority of Research Development and Community Services (P3M) conducted a valuable ESP workshop
for English lecturers, carrying the theme of: “Developing English Materials for Vocational Studies”. Run in 3rd and 4th of February 2017, this 2-day-workshop was led by a well-known facilitator, the director of Post graduate program in Widya Mandala Catholic University, Prof.Anita Lie, Ed.D. Having been teaching for more than 30 years Prof.Anita Lea has written numeorus interesting books and journals related to English curriculum and materials design.
This interactive workshop was held in Directorate building 4th floor and attended by 50 english lecturers from all over Indonesia. Most of them come from Polytechnics, and some are from known Universities and Institute like UNAIR, ITS, Hang Tuah University (UHT) and STKIP PGRI Bangkalan. Among the Polytechnics are Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Madiun, Politeknik Negeri Sambas, PENS, PIP Semarang, Politeknik Pelayaran, Politeknik Kelautan dan Perikanan, Politeknik Maritim Indonesia, STT Nurul Jadid, ATKP Surabaya and many more. There were also participants from medical institution attending the workshop, including POLTEKES KEMENKES Surabaya dan Malang, STIKES kepanjen Malang and STIKES PEMKAB Jombang.
This ESP workshop is focused on how English lecturers design the curriculum, syllabus and materials for teaching ESP. On the first session, Prof.Anita Lie shared essential materials covering latest trends, case studies, and developments in the ESP field. The next 2 sessions were wrapping up of ESP curriculum materials design and ESP in Workplace Settings: From Needs Assessment to Delivery. Even more challenging, all of participants presented their materials design on the second day of the workshop anthusiastically. It is highly expected that after completing this workshop, the participants are able to apply the knowledge on everyday teaching, based on their study program in their institutions.

Presiden ADB Meresmikan Pusat Unggulan Teknologi di Politeknik

Presiden Asian Development Bank, Takehiko Nakao, mengunjungi PPNS  pada Kamis, 02 Februari 2017. Dari berbagai proyek ADB di Indonesia, Presiden ADB tertarik untuk mengunjungi perkembangan proyek PEDP (Polytechnic Education Development Project) yang didukung oleh ADB melalui Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Kunjungannya kali ini turut didampingi Prof. Intan Ahmad selaku Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti.

Beberapa program unggulan yang ingin dicapai dari PEDP adalah politeknik memiliki Pusat Unggulan Teknologi. Di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Presiden ADB menyempatkan diri untuk melihat beberapa inovasi dan  melihat Sertifikasi Welding Inspector mahasiswa Teknik Pengelasan. Presiden ADB juga turut meresmikan kapal alumunium sebagai produk pertama dari PUT PPNS.  Beliau cukup terkesan dengan politeknik di Indonesia dan tentu berharap politeknik di Indonesia makin berkembang.

Save

Kesan Exchange Student di PPNS : Teaching Skill-nya Luar Biasa

6 Mahasiswa University of Kuala Lumpur akhirnya dapat menyelesaikan studinya di PPNS. Mahasiswa tersebut mengikuti program pertukaran pelajar di PPNS selama 4 bulan atau 1 semester. 5 dari mahasiswa tersebut belajar di Prodi Teknik Pengelasan dan 1 orang di Prodi Teknik Otomasi. Di sela-sela acara pamitan dengan Direktur PPNS, mereka mengungkapkan kesannya selama belajar di PPNS.

“Dosen-dosen PPNS teknik mengajarnya sangat baik. They teach us from zero.  Kami yang awalnya tidak pandai mengelas, pulang menjadi pandai mengelas. Saya ingin sekali mengundang dosen-dosen PPNS untuk mengajar di kampus kami agar menularkan teknik mengajarnya.” Mereka mengungkapkan bahwa pengalaman belajar di PPNS sangat bermanfaat bagi dia. Banyak budaya belajar baru yang mereka dapatkan, salah satunya briefing dan berdoa bersama sebelum kelas dimulai dan diakhiri.

Salah satu mahasiswa, Mohammad Noor Afif bin Jamil, bahkan ingin sekali adiknya menjadi full-time student di PPNS selepas dia lulus SMA di Malaysia. Tak hanya itu, mereka juga mengungkapnya kesan yang sangat baik terhadap orang-orang Indonesia yang memang sangat ramah.

PUSKOM AWARD, Apresiasi untuk Pengguna Aplikasi TIK PPNS

UPT Pusat Komputer Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya memiliki program kerja untuk memberikan apresiasi kepada pengguna (user) aplikasi Teknologi Informasi di lingkungan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Pada penghujung tahun 2016 ini, telah dilakukan evaluasi terhadap penggunaan aplikasi dari beragam elemen (ormawa, dosen dan karyawan). Berikut adalah hasil evaluasi PUSKOM PPNS Award yang dibagi menjadi 3 (tiga) kategori :

1.Konten Website Ormawa Terbaik : Himpunan Mahasiswa Teknik Pengelasan (http://hima-tl.ppns.ac.id/)

2. Pengguna SIM Akademik Teraktif : Danis Maulana, S.T, MBA

3. Pemanfaatan Blog Dosen Terbaik : Didik Sukoco, S.T, M.T (http://lecturer.ppns.ac.id/didiksukoco)


Kami ucapkan selamat untuk para pemenang Puskom PPNS Award tahun 2016, semoga dapat memotivasi pengguna (user) lain untuk memanfaatkan Aplikasi Teknologi Informasi di lingkungan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

Workshop Industrial Advisory Board, Agar Lulusan PPNS Tetap Update dengan Industri

Lulusan perguruan tinggi kini dihadapkan pada tantangan akan perubahan teknologi yang sangat cepat. Dalam upayanya agar terus update dengan industri, PPNS menggelar acara tahunan Workshop Industrial Advisory Board (IAB) pada Sabtu, 17 Desember 2016 yang lalu. IAB dibentuk dan terus dikembangkan oleh PPNS agar kurikulum, dan lulusan yang dihasilkan dapat mengikuti perkembangan yang ada di industri. Pimpinan dari berbagai perusahaan hadir untuk memberi masukan bagi sistem pendidikan, dan capaian pembelajaran yang ada di PPNS.

Dua topik utama pada pertemuan kali ini adalah kurikulum atau capaian pembelajaran dan silabus dan pendirian Magister Sains Terapan. Setelah melaksanakan seminar, seluruh peserta dibagi menjadi 5 kelompok dan masing-masing mendapat topic pembahasan yang berbeda.

Salah satu masukan yang disampaikan datang dari Ibu Anita Puji dari PT. Adiluhung Sarana Segara. Beliau menyampaikan bahwa lulusan PPNS sudah cukup baik, memiliki skill yang cukup. Namun, ternyata beberapa teknologi yang diajarkan masih tergolong mendasar. “Mereka perlu mendapat pengetahuan tentang teknologi yang terkini di mesin kapal, khususnya yang terkait mesin-mesin yang sudah bersistem otomatisasi”, tambahnya.

Salah satu pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan oleh PPNS  adalah kemampuan presentasi, dan Bahasa Inggris. Saat ini, dua kemampuan tersebut tidak kalah penting dengan skill yang bersifat teknik.

Workshop IAB ini diharapkan akan terus berkesinambungan dan terus saling memberikan manfaat bagi PPNS dan industri.

Save