5 Prodi PPNS Kini Terakreditasi A

Terobosan baru dilakukan oleh PPNS dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu hal yang mampu menjadi tolak ukur adalah akreditasi nasional yang dikeluarkan oleh BAN-PT. Dari total 14 total program studi (termasuk 5 program studi yang baru berdiri), kini PPNS memiliki 5 Program Studi yang terakreditasi A. Program studi tersebut adalah:

1. D3 Teknik Bangunan Kapal

2.D4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja

3. D4 Teknik Pengelasan

4. D4 Teknik Perpipaan

5. D3 Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal

Berikut adalah kriteria penilaian untuk akreditasi program studi :

  1. Identitas
  2. Izin penyelenggaraan program studi
  3. Kesesuaian penyelenggaraan program studi dengan peraturan perundang-udangan
  4. Relevansi penyelenggaraan program studi
  5. Sarana dan prasarana
  6. Efisiensi penyelenggaraan program studi
  7. Produktivitas program studi
  8. Mutu lulusan

Hasil baik ini diharapkan makin menginspirasi program studi lain untuk terus berkembang sehingga makin banyak program studi yang mendapatkan akreditasi A dari BAN PT.

Politeknik se-Indonesia Siapkan Soal-Soal UMPN

Mendekati pembukaan jalur UMPN, politeknik negeri se-Indonesia mulai mempersiapkan soal-soalnya. Kamis (22/03), perwakilan dari 40 politeknik negeri se-Indonesia mengirimkan wakilnya ke Surabaya untuk mulai membuat dan memperkirakan tingkat kesulitas soalnya. Tahun ini, PPNS mendapat jatah untuk menjadi penyelenggara workshop penyusunan dan Pengembangan Kualitas Soal Ujian Masuk Nasional Politeknik 2018 yang tahun ini diadakan di Hotel Dafam Surabaya.

Para calon mahasiswa baru bisa mulai mengakses website masing-masing politeknik untuk UMPN mulai tanggal 23 April – 25 April 2018. Untuk jenis tes di PPNS adalah tes rekayasa yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Fisika.

Di PPNS, UMPN bisa diikuti tak hanya calon mahasiswa yang berasal dari kelas 12 tapi juga peserta yang sudah lulus 1-2 tahun sebelumnya. UMPN adalah jalur ketiga dari empat jalur yang tersedia di Proses Penerimaan Mahasiswa Baru PPNS. Para calon mahasiswa diharapkan memanfaatkan kesempatan yang ada.

PPNS GELAR PELATIHAN BRANDING DAN JURNALISTIK DASAR

Menghadapai zaman digital yang menuntuk informasi yang actual dan muda diakses, institusi harus menyiapkan diri agar mampu bersaing. Selain meningkatkan kualitas pendidikan, institusi juga perlu meningkatkan citra institusinya agar namanya dikenal di masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Humas PPNS dan UKM Jurnalistik bekerjasama membuat pelatihan branding institusi dan jurnalistik dasar bagi civitas akademika PPNS.

Kamis, (15/03), 50 peserta pelatihan yang berasal dari perwakilan Jurusan, Program Studi, HIMA, BEM, UKM antusias menerima pelatihan yang baru pertama diadakan di PPNS.

“Banyak hal positif yang sudah dilakukan di PPNS, tetapi sayangnya jarang yang sampai ke publik hanya karena kita belum tahu cara yang benar dalam mengkomunikasikannya ke publik,” kata Adi Wirawan Husodo, Wakil Direktur PPNS saat membuka acara.

Pelatihan ini menghadirkan 3 narasumber yakni Sukemi, Zainal Arifin Emka, dan Son Andries, yang ketiganya memiliki rekam jejak di bidang jurnalistik dan komunikasi massa. Salah satu yang ditekankan oleh pembicara adalah memastikan bahwa informasi yang dikomunikasikan ke public adalah memang yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Institusi kadang kurang faham jenis berita atau informasi yang perlu dan tidak perlu dikomunikasikan ke masyarakat. Pelatihan ini nantinya akan mengajarkan bagaimana cara menulis agar informasi disampaikan dengan baik dan menarik,” ungkap Zainal.

Di era digital, dengan revolusi Internet dan media sosial, kemampuan jurnalistik semakin dibutuhkan untuk menyampaikan opini, menyampaikan laporan penelitian, menulis kemajuan sebuah program, atau berbagi kisah inspiratif secara lebih efektif.

Nurul Hidayati, Humas PPNS, menuturkan bahwa elemen-elemen di PPNS harus bersinergi agar dapat bersama-sama memajukan citra PPNS di masyarakat. “Oleh karena itu, kami mengundang perwakilan program studi, jurusan, HIMA, dan UKM. Mereka yang paling faham tentang unit masing-masing, dan peran mereka sangat besar untuk turut ‘membranding’ unit atau prodi masing-masing. Membuat kegiatan, mengemas acara sehingga menarik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan ini ditutup dengan tugas membuat news release kegiatan yang menarik dari masing-masing unit. “Meski latar belakang teknik, kita perlu belajar menulis. Karena menulis adalah salah satu cara terbaik untuk meninggalkan jejak digital tentang pemikiran kita,” ujar Sukemi.

BEI Resmikan Galeri Investasi di PPNS, Ajak Mahasiswa Nabung Saham

Terobosan baru dilakukan oleh Politeknik Negeri Perkapalan Surabaya (PPNS). Politeknik bidang perkapalan ini menghadirkan galeri investasi di kampus. Rabu (28/2) MoU sekaligus peresmian pembukaan galeri investasi itu ditandatangani dan diresmikan oleh Direktur PPNS Eko Julianto; dan Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Bapak Hosea Nicky Hogan; Direktur PT.Phintraco Jeffrey Hendrik, dan Deputi Direktur OJK Jawa Timur.

Dikatakan Eko, perubahan jaman menuntut perguruan tinggi juga beradaptasi. PPNS membuka program studi D4 Manajemen Bisnis Maritim untuk menjawab kebutuhan industri perkapalan dan penunjangnya. “Peresmian Galeri Investasi nantinya akan membantu civitas akademika PPNS untuk menangkap peluang yang ada, bahwa investasi ternyata lebih mudah daripada yang dibayangkan,” katanya.

Galeri investasi yang dibuka di PPNS merupakan galeri investasi yang ke 304 di seluruh Indonesia. Ini merupakan upaya untuk memasyarakatkan “Yuk Nabung Saham” yang sudah mulai dikampanyekan oleh BEI dari tahun 2015. Indonesia sendiri termasuk negara dengan prosentase paling rendah terkait jumlah penduduk yang investasi di pasar modal di Asia Tenggara.

Penjelasan mengenai investasi saham juga dipaparkan dengan sangat jelas dan mudah dimengerti oleh Direktur BEI dan Direktur Phintraco Sekuritas. “Ada persepsi yang harus dihilangkan ketika mendengar investasi saham. Harus dipahami bahwa investasi saham bukan hanya untuk orang kaya dan tidak sulit. Setiap investasi memang ada resiko, namun lebih banyak bukti bahwa investasi saham sangat menguntungkan,” ungkap Nicky.

“Jadikan galeri investasi di kampus bukan hanya sarana edukasi, tapi manfaatkan. Mulailah menjadi investor. Investasi bahkan bisa dimulai dari Rp. 100.000,” tambahnya.

Jeffrey pun menambahkan, “Kalau kalian mengenal perusahaan yang sahamnya dijual di bursa efek, kalian tidak perlu khawatir. Buang pikiran negatif, upgrade skill, investasi selagi muda, dan rasakan manfaatnya di masa depan”.

Acara seminar ini juga memberikan doorprize berupa pembukaan rekening investasi Rp. 100.000 untuk 10 orang pemenang.

Membentuk Budaya dan Karakter Bangsa Melalui Seminar K3

Asosiasi Ahli Keselamatan Kerja (A2K3), bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Timur (Disnakertrans Prov Jatim) dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) melaksanakan Seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan tema “Behaviour Based Safety” pada Senin (12/11/2017) di Grha Dewaruci, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

Kegiatan ini merupakan penutup rangkaian acara di bulan K3 Nasional Tahun 2018 yang dipusatkan di Jawa Timur. Bulan K3 dimulai pada tanggal 12 Januari 2018 dengan dilaksanakannya upacara di gedung Grahadi surabaya oleh Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia sedangkan penutupan bulan K3 dilaksanakan pada 12 Februari di PPNS

Acara yang dihadiri lebih dari 500 peserta yang terdiri dari pengawas, pelaku industri, dan mahasiswa dari berbagai kampus ini dibuka langsung oleh Direktur Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Hadir sebagai keynote speaker adalah Setiajit, SH.MM selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur.

Paparan menarik disampaikan oleh Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur ini. Setiajit mengungkapkan bahwa meskipun pemerintah terus mendorong perusahaan untuk menerapkan K3, bahkan membuat undang-undang mengenai K3, hingga saat ini K3 masih sangat sulit dibudayakan di tempat kerja. Angka kecelakaan kerja masih relatif tinggi. Pekerja dan perusahaan belum berperilaku dan berfikir K3 ketika bekerja, bekerja tidak sesuai SOP, bekerja tidak sesuai kompetensi, kebiasaan bekerja yang salah dan merasa berpengalaman.

“Contohnya, masih banyak operator boiler yang harusnya lulusan minimal D3, diisi oleh lulusan SMA bahkan SD. Nah, ini yang sering menjadikan pekerja tersebut memiliki resiko kecelakaan kerja lebih tinggi,” ungkapnya.

“K3 selalu dianggap cost (biaya). Harus dirubah paradigma tersebut. K3 harus dianggap kebutuhan dan investasi,” terangnya.

Direktur PPNS, Eko Julianto, juga menambahkan bahwa budaya K3 harus dibangun sedini mungkin.

“K3 masih belum jadi budaya. Seringkali kita lihat banyak pengendara motor tanpa helm dan tidak mematuhi lalu lintas. Kalau kita ingin K3 jadi budaya, K3 harus dikenalkan dan dibiasakan dari kecil. Bisa diajarkan dari usia TK dan SD,” ungkap Eko.

PPNS juga menciptakan lulusan K3 demi terpenuhinya kebutuhan “1 perusahaan minimal memiliki 1 ahli K3”. SDM yang memahami tentang K3 akan membantu para perusahaan, industri, dan masyarakat luas dalam menciptakan lingkungan yang aman.

Perlu diketahui juga, selain menghadirkan pembicara dari sisi pemerintah, seminar K3 ini juga  mengadirkan dua pembicara dari kalangan praktisi. Mereka adalah Dr. Bambang Murtjahjanto, M.Sc.,P.E. seorang International QHSE Consultant dan Soehatman Ramli, M.B.A dari World Safety Organization Indonesia Office dan dosen di Binawan Health Institute.

Penerimaan Mahasiswa Baru PPNS jalur PMDK-PN

Jalur penerimaan mahasiswa baru Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) tahun pelajaran 2018-2019 melalui jalur PMDK-PPNS telah dibuka. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi di bidang teknologi kemaritiman dan penunjangnya turut serta mensukseskan tujuan pendidikan nasional dengan cara memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk dapat menikmati pendidikan agar daya saing bangsa meningkat.

Pada Tahun Akademik 2018/2019 PPNS membuka proses seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru dengan jalur :

  1. Jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK)-PPNS. (DITUTUP)
  2. Jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK)-PN. (DIBUKA)
  3. Jalur Seleksi Bersama Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN).
  4. Jalur Mandiri PPNS.

Mempertimbangkan adanya keterbatasan daya tampung, maka hanya siswa pelamar yang benar-benar memenuhi persyaratan dan dianggap berpotensi yang akan diterima sebagai calon mahasiswa PPNS.Untuk lebih detailnya silahkan kunjungi halaman pmb.ppns.ac.id.

Gambar 1. Website PMB PPNS

British Embassy Gandeng PPNS Gelar Seminar Internasional Bidang Maritim

British Embassy, Kemenristekdikti, dan PPNS menyelenggarakan seminar internasional bertajuk The Role of Vocational Education Higher Institution in Supporting Indonesia to Become Global Maritime Hub. Acara yang berlangsung pada Rabu (07/02/2018) ini dihadiri oleh 70 peserta dari berbagai industri dan universitas dari seluruh Indonesia. Total hampir 30 institusi dari industri dan berbagai kampus berkumpul dan berdiskusi mengenai perkembangan maritim di Indonesia.

Untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat maritim dunia, banyak PR yang masih harus dikerjakan. Hal ini sesuai materi presentasi Dr. I Putu Arta Wibawa dari PPNS. Selain menyoroti berbagai aspek maritim Indonesia, Putu juga menyoroti pentingnya percepatan mencetak tenaga ahli di bidang maritim. Salah satunya dengan pembenahan pendidikan politeknik termasuk PPNS. PPNS termasuk politeknik yang direvitalisasi, bukti bahwa bidang maritim menjadi salah satu fokus pembenahan oleh pemerintah.

Angus Ferguson dari City of Glasgow University dan David Kelly The Institute of Marine, Research & Technology (IMaResT) juga memberikan gambaran tentang perkembangan teknologi di bidang perkapalan dan kelautan.

Salah satu peserta, Eko Murmantono dari PT. PAL Indonesia, menanyakan apakah mungkin ada training tentang teknologi combat system dan weapon karena Indonesia sangat ketinggalan dan kesulitan mencari tempat training untuk hal itu. David Kelly menjelaskan bahwa untuk teknologi persenjataan adalah hal yang memang sensitif bagi tiap negara dan terkadang sulit untuk ‘dishare’, namun mereka berjanji akan membantu untuk mencarikan tempat training yang tepat.(SK2)