PPNS Raih Juara 3 Protokol Terbaik

 

Jika biasanya prestasi ditorehkan oleh mahasiswa, kali ini giliran unit kerja di PPNS yang menyumbang prestasi. PPNS berhasil meraih Juara 3 Protokol Terbaik di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam kategori Satker Politeknik. PPNS harus bersaing dengan hampir 42 Politeknik Negeri lainnya dalam kategori yang sama. Juara pertama dan kedua berturut-turut dimenangkan oleh Politeknik Negeri Cilacap, dan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Semoga prestasi yang diraih ini dapat memberi suntikan semangat bagi unit kerja di PPNS untuk terus mengembangkan diri dan berinovasi dalam rangka memberikan pelayanan terbaik.

 

 

Save

Save

Kongres Ikatan Alumni PPNS

Pada tanggal 11 Maret 2017 telah dilaksanakan Kongres I IKA Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya yang bertempat di Gedung Direktorat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Dalam acara ini dilakukan pemilihan Ketua Umum IKA PPNS yang baru. Ada tiga calon ketua umum yang maju dalam pemilihan yang dilakukan secara online (one person one vote). Ketiga calon ketua umum tersebut adalah Rizal Arifin Pratama, A.Md, Soegeng Riyadi, S.T., AMRINA,  dan Dr. Hozairi, MT . Setelah dilakukan proses penjaringan suara didapatkan hasil bapak Soegeng Riyadi sebagai Ketua Umum IKA PPNS dan bapak Hozairi sebagai Dewan Penasehat IKA PPNS. Kedepan IKA PPNS akan banyak membuat program kerja yang bermanfaat untuk mahasiswa dan alumni PPNS. (flashnews_jurnalis_ppns)

Ini Dia Mahasiswa Berprestasi PPNS Tahun 2017

Setelah melalui proses penjaringan yang ketat mulai dari tingkat program studi hingga didapatkan 15 besar, akhirnya terpilih satu mahasiswa berprestasi yang akan mewakili PPNS di tingkat nasional. Dia adalah Dana Hartono, mahasiswa berprestasi dari program studi Teknik Kelistrikan Kapal. Dana (sapaan akrab Dana Hartono) mengangkat penelitian tentang Pembangkit Listrik berbasis Gelombang Laut, hal ini didasari atas kepeduliannya terhadap potensi laut yang ada di Indonesia yang melimpah jumlahnya namun tidak termanfaatkan dengan optimal.

Kesehariannya, Pemuda asal Banyuwangi ini aktif di organisasi-organisasi di intra maupun ekstra kampus. Saat ini Dia adalah Kepala Departemen Riset dan Teknologi Himpunan Mahasiswa Teknik Kelistrikan Kapal (HIMALISKAL) Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Dengan hasil ini, Dana harus mempersiapkan diri menuju seleksi Mawapres Nasional dimana Dia akan berkompetisi dengan mahasiswa-mahasiswa terbaik dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Dengan motto hidup “Berani Belajar dan Berprestasi”, Dana siap berjuang membawa nama baik kampus Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.(flashnews_jurnalis_ppns)

Seminar Nasional K3 2017 di PPNS

PPNS kembali menggelar agenda tahunan, Semnas K3. Seminar Nasional K3 2017 merupakan serangkaian acara Safety Carnival yang diadakan oleh HIMATEKK3 PPNS untuk memperingati Bulan K3 di tahun 2017 dan hari jadi Teknik K3 pada 18 Mei mendatang. Seminar nasional yang diadakan pada tanggal 25 Maret 2017 di Grha Dewaruci PPNS dengan mengangkat tema oil and gas sector dengan judul “Process Integrity Management on Oil and Gas Sector”. Seminar ini diadakan dengan menggundang 2 pembicara yakni Bapak Sang Angganegara Fatahillah dari Vico Indonesia atau HUFFCO dan Bapak Roslinormansyah sebagai konsultan atau professional expertise pada proses safety management dan OHS. Acara ini berlangsung pada pukul 8.30 sampai 15.10 WIB dan dihadiri oleh 300 peserta seminar. seminar nasional ini dimeriahkan dengan Stand up comedy yang dibawakan oleh Fianita Andriyati Rochmah, finalis Street Comedy 5. Selain itu ada penampilan Tari Saman dan Band dari mahasiswa Teknik K3 PPNS. Tapi tidak hanya itu, terdapat games-games yang berhubungan dengan safety yang disponsori oleh PT Duatiga Makmur distributor alat safety brand Leopard yang juga sebagai sponsor utama dari acara SEMNAS K3 2017 ini. Hadir juga dalam acara Seminar Nasional ini, Bapak Dr. Ir. Chabib Bahasi, SE., MM. sebagai Ketua A2K3 (Asosiasi Ahli K3) Provinsi Jawa Timur. Dengan adanya serangkaian acara Seminar Nasional K3 2017 yang dikemas dengan meriah ini, diharapkan dapat menjadi nilai tambah tersendiri baik bagi peserta seminar, tamu undangan maupun panitia.

PPNS Menjadi Politeknik Peringkat Terbaik di Webometrics

Peringkat Webometrics PPNS mengalami peningkatan yang drastis pada penilaian periode Januari 2017. PPNS berada pada posisi ranking ke-58 Se-Indonesia. Hasil ini menjadikan PPNS sebagai Politeknik dengan peringkat terbaik di Indonesia untuk periode ini.

Untuk diketahui bersama, Webometrics adalah salah satu perangkat atau sistem untuk memberikan penilaian terhadap kemajuan seluruh universitas atau perguruan tinggi terbaik di dunia melalui website universitas tersebut. Sebagai alat ukur (Webomatrics) sudah mendapat pengakuan dunia termasuk di Indonesia. Peringkat Webometrics pertama kali diluncurkan pada tahun 2004 oleh Laboratorium Cybermetric milik The Consejo Superior de Investigaciones  Cientificas (CSIC). CSIC merupakan lembaga penelitian terbesar di Spanyol. Secara berkala peringkat webometrics diterbitkan setiap 6 bulan sekali pada bulan Januari dan Juli. Detil rangking dapat dilihat di laman resmi webometrics http://www.webometrics.info/en/Asia/Indonesia%20

Press release webometrics : http://www.webometrics.info/en/node/178

Save

7000 Pendaftar PMDK PPNS Ikuti Tes Skolastik

Pendaftar PPNS makin tahun makin meningkat. Tahun ini pendaftar PPNS melalui jalur PMDK PPNS mencapai 8000 calon mahasiswa baru. Jumlah pendaftar ini akan memperebutkan ±400 kursi kemudian diseleksi berdasarkan rapor, umur, dan persyaratan lainnya. 7000 siswa yang lolos akhirnya dapat mengikuti tes skolastik yang dilaksanakan tanggal 4-5 Februari 2017. Tes skolastik tak hanya dilaksanakan di kampus PPNS, tetapi juga di beberapa kota yang lain. Tes skolastik dilaksanakan di Jombang, Kediri, Probolinggo, Madiun, Tuban, dan Bojonegoro.

Hasil tes skolastik nantinya akan digabung dengan hasil wawancara. Jika lolos kedua tes tersebut, akan diambil sesuai dengan kuota masing-masing jurusan.

ESP Workshop for English Lecturer in PPNS

 

Language Center of PPNS under the authority of Research Development and Community Services (P3M) conducted a valuable ESP workshop
for English lecturers, carrying the theme of: “Developing English Materials for Vocational Studies”. Run in 3rd and 4th of February 2017, this 2-day-workshop was led by a well-known facilitator, the director of Post graduate program in Widya Mandala Catholic University, Prof.Anita Lie, Ed.D. Having been teaching for more than 30 years Prof.Anita Lea has written numeorus interesting books and journals related to English curriculum and materials design.
This interactive workshop was held in Directorate building 4th floor and attended by 50 english lecturers from all over Indonesia. Most of them come from Polytechnics, and some are from known Universities and Institute like UNAIR, ITS, Hang Tuah University (UHT) and STKIP PGRI Bangkalan. Among the Polytechnics are Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Madiun, Politeknik Negeri Sambas, PENS, PIP Semarang, Politeknik Pelayaran, Politeknik Kelautan dan Perikanan, Politeknik Maritim Indonesia, STT Nurul Jadid, ATKP Surabaya and many more. There were also participants from medical institution attending the workshop, including POLTEKES KEMENKES Surabaya dan Malang, STIKES kepanjen Malang and STIKES PEMKAB Jombang.
This ESP workshop is focused on how English lecturers design the curriculum, syllabus and materials for teaching ESP. On the first session, Prof.Anita Lie shared essential materials covering latest trends, case studies, and developments in the ESP field. The next 2 sessions were wrapping up of ESP curriculum materials design and ESP in Workplace Settings: From Needs Assessment to Delivery. Even more challenging, all of participants presented their materials design on the second day of the workshop anthusiastically. It is highly expected that after completing this workshop, the participants are able to apply the knowledge on everyday teaching, based on their study program in their institutions.