Workshop Industrial Advisory Board, Agar Lulusan PPNS Tetap Update dengan Industri

Lulusan perguruan tinggi kini dihadapkan pada tantangan akan perubahan teknologi yang sangat cepat. Dalam upayanya agar terus update dengan industri, PPNS menggelar acara tahunan Workshop Industrial Advisory Board (IAB) pada Sabtu, 17 Desember 2016 yang lalu. IAB dibentuk dan terus dikembangkan oleh PPNS agar kurikulum, dan lulusan yang dihasilkan dapat mengikuti perkembangan yang ada di industri. Pimpinan dari berbagai perusahaan hadir untuk memberi masukan bagi sistem pendidikan, dan capaian pembelajaran yang ada di PPNS.

Dua topik utama pada pertemuan kali ini adalah kurikulum atau capaian pembelajaran dan silabus dan pendirian Magister Sains Terapan. Setelah melaksanakan seminar, seluruh peserta dibagi menjadi 5 kelompok dan masing-masing mendapat topic pembahasan yang berbeda.

Salah satu masukan yang disampaikan datang dari Ibu Anita Puji dari PT. Adiluhung Sarana Segara. Beliau menyampaikan bahwa lulusan PPNS sudah cukup baik, memiliki skill yang cukup. Namun, ternyata beberapa teknologi yang diajarkan masih tergolong mendasar. “Mereka perlu mendapat pengetahuan tentang teknologi yang terkini di mesin kapal, khususnya yang terkait mesin-mesin yang sudah bersistem otomatisasi”, tambahnya.

Salah satu pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan oleh PPNS  adalah kemampuan presentasi, dan Bahasa Inggris. Saat ini, dua kemampuan tersebut tidak kalah penting dengan skill yang bersifat teknik.

Workshop IAB ini diharapkan akan terus berkesinambungan dan terus saling memberikan manfaat bagi PPNS dan industri.

Save

PPNS Jalin Kerjasama dengan Universitas Ciputra

Untuk meningkatkan kualitas lulusan, banyak upaya yang dapat dilakukan. Salah satunya melalui kerjasama. Program Studi Manajemen Bisnis telah menginisiasi kerjasama bidang entrepreneurship dengan Fakultas Manajemen dan Bisnis Universitas Ciputra. Kerjasama tersebut dimulai setelah Direktur PPNS, Ir. Eko Julianto, M.Sc., MRINA dan Dekan Fakultas Manajemen dan Bisnis Universitas Ciputra, Dr. Wirawan E. R, CMA, Ak, CA, menandatangani MoU dalam bidang enterpreneuship bertempat di PPNS.

Dalam diskusi kerjasama di PPNS dan Universitas Ciputra tersebut, telah ada beberapa gambaran langkah-langkah kerjasama. Salah satunya didasari oleh sulitnya inovasi kewirausahaan bidang perkapalan dan kemaritiman. Nantinya Universitas Ciputra yang memang fokus pada bidang entrepreneurship, akan membantu PPNS dalam bidang menciptakan teknopreneur bidang perkapalan dan industri penunjangnya.

Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional 2016

Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional 2016 (KKCTBN 2016) atau (ROBOBOAT 2016), adalah kontes yang diselenggarakan untuk menguji kreativitas mahasiswa dalam mendesain badan kapal, menetapkan prinsip engine matching dan merancang sistem otomasinya. Lomba yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan  Kemahasiswaan pada penyelenggaraan ke-4 ini melaksanakan sistem seleksi yang ketat. Sistem penilaian kontes diberikan berdasarkan penguasaan medan atau lintasan yang dilalui oleh kapal. Kegiatan KKCTBN 2016 terbagi atas tiga katagori kontes : 1) Kapal Autonomous dengan sensor identifikasi warna, 2) Kapal cepat dengan sistem manual (Electric Remote Control), dan 3) Kapal cepat Fuel Engine (Engine Remote Control).

Tahun ini, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya menjadi tuan rumah KKCTBN 2016. Hampir 100 proposal masuk, dan melalui 2 kali seleksi, muncul 32 tim dari berbagai universitas di Indonesia. Para finalis ini unjuk kebolehan hasil inovasi kapalnya di Kolam SIER, Rungkut Industri.

img_5185

Setelah melaksanakan perlombaan dari tanggal 29 November – 01 Desember 2016, berikut nama-nama pemenang:

A. Kategori Autonomous Surface Vehicle (ASV)

Juara 1 Barunastra ITS
Juara 2 Aero Ships PPNS
Juara 3 Safinah One UGM

Best Design Aero Ships PPNS

B. Kategori Electric Remote Control (ERC)

Juara 1 Gamanavy UGM
Juara 2 Barunastra Arch4 ITS
Juara 3 Tytan Unisi UII

Best Design Barunastra Arch4 ITS

C. Kategori Fuel Engine Remote Control (FERC)

Juara 1 UART 1 ITN Malang
Juara 2 HYD Amphilive UNDIP
Juara 3 Cakalang 3 PPNS

Best Design Cakalang 3 PPNS

img_5551 img_5521 img_5518Selamat kepada seluruh pemenang dan terima kasih telah menjadi bagian dari inovator muda Indonesia!

Menristekdikti Kunjungi PPNS dalam Upaya Revitalisasi Kampus

headerberitamentri

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir, mengunjungi Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Jumat (28/10) pagi. Kunjungan ini bertujuan untuk secara langsung melihat perkembangan dan produk-produk inovasi unggulan yang telah dan sedang dikembangkan oleh PPNS.

img_4189
img_4336

Dalam lawatannya kali ini, Menristekdikti turut secara simbolis menyerahkan Kaki Palsu yang merupakan hasil kerjasama PPNS dan produsen kaki palsu. Tak hanya itu, cukup banyak inovasi yang dipamerkan oleh PPNS. Beberapa diantaranya adalah kursi roda yang digerakkan oleh android dan hasil inovasi mahasiswa di berbagai bidang.

Sebagai institusi pendidikan di bidang perkapalan, tentu salah satu produk unggulan adalah kapal. PPNS sebagai Pusat Unggulan Teknologi Kapal Kecil Alumunium terus mengembangkan pembuatan kapal alumunium. Bahkan Menristekdikti juga ikut memasang gading pada kapal aluminium yang dalam proses pembuatan. Nasir menyampaikan bahwa kapal-kapal yang dikembangkan oleh PPNS, baik itu penangkap ikan, kapal perang, kapal yang fungsinya sebagai ambulans adalah bentuk-bentuk inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya nelayan. Dalam upayanya untuk revitalisasi politeknik, rencananya akan ada sistem 3+2+1 (untuk D3) yakni 3 semester di kampus (teori dan praktek), 2 semester di industri, dan 1 semester untuk tugas akhir. Diharapkan dengan sistem ini, lulusan politeknik akan makin bersaing di dunia industri.(nuh)

img_4381

Wisuda ke-26 PPNS Luluskan 743 Wisudawan

wisuda26ppns15 dan 16 Oktober menjadi hari yang penting bagi 743 mahasiswa PPNS yang pada hari tersebut resmi dikukuhkan menjadi wisudawan. Sejak pagi sudah ratusan wisudawan bersuka cita menyambut upacara wisuda yang dilaksanakan dua hari di Grha Dewaruci, Politeknik Perkapalana Negeri Surabaya.

Dalam acara wisuda tersebut, turut dibacakan wisudawan terbaik dari masing-masing program. Mahasiswa terbaik dari Program D1 diraih oleh Harun Shabrinata dengan IPK 3,53; Wisudawan Terbaik Program D2 diraih oleh Erika Wahyuni dengan IPK 3.49; Wisudawan Terbaik Program DIII diraih oleh Dwi Siskawati dengan IPK 3,79; dan Wisudawan Terbaik Program D4 adalah Fikra Justiar Abdillaah dengan IPK 3.89 yang juga adalah mahasiswa yang mengikuti Double Degree di Universite du Littoral-Cote d’Opale, Perancis.

Dalam Sambutannya, Direktur PPNS menekankan untuk terus menjunjung dan mengimplementasikan nilai-nilai SUCCESS dalam dunia nyata. SUCCESS yang merupakan kepanjangan dari : Striving for Excellent Uncompromised – Conquering Problem with InnovationConsistently DisciplineExceeding Costumer ExpectationSynergistic TeamworkSetting Down to Earth akan menghasilkan kerja yang luar biasa apabila diimplementasikan dalam dunia kerja.

Selanjutnya, dalam penutup sambutannya, Direktur PPNS juga mengajak para wisudawan untuk mendarmabaktikan ilmu yang dikuasainya demi kepentingan negara dan bangsa.

Marine Diesel Assembly Competition 2016

marinedieselasemblingppns

SNC NEWS – Dunia otomotif memang selalu berkembang dari masa kemasa, tak peduli dalam kalangan sekolah kejuruhan hingga perguruan tinggi. Mungkin itulah  yang mendasari prodi Teknik Permesinan kapal Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ini mewujudkan kompetisi perangkaian mesin diesel. Kompetisi yang menghabiskan waktu selama sebulan penuh ini diikuti oleh ratusan sekoah menengah tinggi maupun kejuruhan di tingkat Jawa timur. Mulai dari perlombaan tulis, persentasi yang diadakan bulan september lalu hingga  post test  serta perakitan dan pengujian mesin diesel yang dilakukan minggu ini(09/10) sangat menarik minat pengunjung untuk melihat lebih dekat kegiatan yang bertempat di depan gedung Training center kampus PPNS ini meski dalam keadaan gerimis yang mendinginkan suasana. Kompetisi katogori “assembly” ini tidak hanya meminta kecepatan dalam penyelesaian perakitan, namun juga nilai lain seperti kelengkapan dalam pemasangan, kesiapan, serta eksekusi kerapian peralatan dan kerjasama tim. Kusus hari sabtu- Minggu ini ialah tahap semi final, dan final tiap tim dari sekolah Menengah Kejuruan yang lolos dari babak sebelumnya diminta untuk pengujian mesin diesel, pembongkaran mesin serta menunjukan pelepasan kepada tim juri hingga proses perakitan kembali. Tim juri kompetisi kali ini ialah dari dosen ahli Jurusan Permesinan Kapal yang sangat teliti memeriksa hasil“assembly” tiap tim. Meski mesin diesel telah berhasil di rangkai kembali dan dapat menyala namun ternyata masih ada juga komponen yang belum terpasang sempurna.

Pesan Cak Nun pada Mahasiswa di PPNS

Mahasiswa harus berani belajar, melakukan sesuatu tidak hanya untuk kepentingan jangka pendek. Tetapi juga untuk jangka panjang. Kita belajar dan menanam sesuatu yang mungkin saja baru bisa kita petik hasilnya 10 tahun atau 20 tahun yang akan datang.

Itu kata Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun saat mengisi acara pada Dies Natalis ke-29, Politek Perkapalan Negeri Surabaya, Minggu (18/9/2016) malam. Sekitar empat ribu mahasiswa dan masyarakat, tampak hadir memenuhi halaman kampus Sukolilo.

“Harus berani melakukan sesuatu yang berbeda. Jangan kayak anak sekarang, maunya semua yang dipelajari hanya untuk keperluan esok hari. Dan cara berpikir jangka pendek ini merajalalela,” tegas Cak Nun.

emha-ainun-nadjib-800x445Coba bayangkan, kata Cak Nun, kita ini bangsa besar, bangsa kuat. Kenapa sekarang banyak kalah dalam banyak hal. Akibatnya kita menjadi tidak mandiri. Hal ini juga disebabkan banyak orang hanya berpikir jangka pendek. Apalagi kapitalis sudah menjadi kekuatan yang masuk ke sendi sendi kehidupan.

“Ibaratnya Indonesia ini seperti janda yang punya dua suami. Amerika dan RRC. Jadi kita digilir. Atau satu menguasai pada satu sisi dan yang satunya menguasai sisi yang lain.”

cak-nun

Tapi itu posisi negara. Kalau person orang Indonesia sendiri, posisinya selalu eksis. Selalu kuat hadapi apapun. Kuat dan tahan banting. Karena kemana mana modalnya bismillah.

“Banyak anak anak muda berani nikah hanya modal bismillah. Kerjaan belum punya tetapi berani melamar. Dan ya diterima sama mertuanya,” tegas Cak Nun disambut tawa jamaah yang memenuhi halaman.

“Saya yakin, kata Cak Nun apa yang kalian pelajari malam ini atau dalam berbagai kesempatan lain diberbagi tempat, adalah tanaman subur yang akan kalian petik 10 atau 20 tahun mendatang. Daya tahan kalian sebagai anak muda Indonesia pertahankan” tegas Cak Nun.

Sumber diambil dari : http://porka.ppns.ac.id/pesan-cak-nun-kepada-mahasiswa-belajar-itu-jangan-hanya-untuk-keperluan-jangka-pendek/