Penerimaan Mahasiswa Baru PPNS jalur PMDK-PN

Jalur penerimaan mahasiswa baru Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) tahun pelajaran 2018-2019 melalui jalur PMDK-PPNS telah dibuka. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi di bidang teknologi kemaritiman dan penunjangnya turut serta mensukseskan tujuan pendidikan nasional dengan cara memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk dapat menikmati pendidikan agar daya saing bangsa meningkat.

Pada Tahun Akademik 2018/2019 PPNS membuka proses seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru dengan jalur :

  1. Jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK)-PPNS. (DITUTUP)
  2. Jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK)-PN. (DIBUKA)
  3. Jalur Seleksi Bersama Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN).
  4. Jalur Mandiri PPNS.

Mempertimbangkan adanya keterbatasan daya tampung, maka hanya siswa pelamar yang benar-benar memenuhi persyaratan dan dianggap berpotensi yang akan diterima sebagai calon mahasiswa PPNS.Untuk lebih detailnya silahkan kunjungi halaman pmb.ppns.ac.id.

Gambar 1. Website PMB PPNS

British Embassy Gandeng PPNS Gelar Seminar Internasional Bidang Maritim

British Embassy, Kemenristekdikti, dan PPNS menyelenggarakan seminar internasional bertajuk The Role of Vocational Education Higher Institution in Supporting Indonesia to Become Global Maritime Hub. Acara yang berlangsung pada Rabu (07/02/2018) ini dihadiri oleh 70 peserta dari berbagai industri dan universitas dari seluruh Indonesia. Total hampir 30 institusi dari industri dan berbagai kampus berkumpul dan berdiskusi mengenai perkembangan maritim di Indonesia.

Untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat maritim dunia, banyak PR yang masih harus dikerjakan. Hal ini sesuai materi presentasi Dr. I Putu Arta Wibawa dari PPNS. Selain menyoroti berbagai aspek maritim Indonesia, Putu juga menyoroti pentingnya percepatan mencetak tenaga ahli di bidang maritim. Salah satunya dengan pembenahan pendidikan politeknik termasuk PPNS. PPNS termasuk politeknik yang direvitalisasi, bukti bahwa bidang maritim menjadi salah satu fokus pembenahan oleh pemerintah.

Angus Ferguson dari City of Glasgow University dan David Kelly The Institute of Marine, Research & Technology (IMaResT) juga memberikan gambaran tentang perkembangan teknologi di bidang perkapalan dan kelautan.

Salah satu peserta, Eko Murmantono dari PT. PAL Indonesia, menanyakan apakah mungkin ada training tentang teknologi combat system dan weapon karena Indonesia sangat ketinggalan dan kesulitan mencari tempat training untuk hal itu. David Kelly menjelaskan bahwa untuk teknologi persenjataan adalah hal yang memang sensitif bagi tiap negara dan terkadang sulit untuk ‘dishare’, namun mereka berjanji akan membantu untuk mencarikan tempat training yang tepat.(SK2)

2000 Camaba Ikuti Tes Skolastik di Jalur PMDK PPNS

Minggu, 28 Januari 2018. Sebanyak 2000 calon mahasiswa baru PPNS mengikuti tes skolastik. Calon maba yg mengikuti tes skolastik merupakan hasil seleksi dari total hampir 7000 pendaftar PMDK PPNS. Sistem penerimaan mahasiswa baru tahun ini berubah. Bila tahun lalu hampir seluruh pendaftar mengikuti tes skolastik, tahun ini tim PMB PPNS menerapkan sistem gugur.  Jadi hanya 30% pendaftar yang mengikuti tes skolastik yang telah diseleksi berdasarkan nilai raport dan program studi yang dipilih.
Mengapa harus ada tes? Karena jika hanya berdasarkan nilai raport sekolah, akan sulit bagi panitia untuk memilih. Sistem penilaian rapor di tiap sekolah seringkali berbeda, sehingga akan sulit membuat standarnya. Tes skolastik akan memudahkan tim PMB untuk melihat kemampuan masing-masing pendaftar. Pengembangan terus dilakukan agar pendaftar bisa merasakan proses pendaftaran yang mudah, sederhana, dan terjangkau.
Bagi yang belum lolos jalur PMDK PPNS, peserta dapat mendaftar kembali melalui jalur PMDK PN. Sama dengan PMDK PPNS, pendaftaran jalur kedua ini juga gratis. Cukup mendaftar secara online di http://pmb.ppns.ac.id 
Jangan lewatkan kesempatan ini!

Kerjasama dengan Kemenaker, PPNS Pastikan Lulusan Berdaya Saing Tinggi

Setiap kampus tentu memiliki tujuan agar lulusannya memiliki kemampuan dan daya saing yang  tinggi.  Hal ini mendorong Politeknik Perkapalan Negeri  Surabaya untuk terus berupaya memperbaiki kualitas lulusan dan memberi pembekalan yang  cukup. Salah satu hal yang dilakukan PPNS adalah menggandeng Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia agar sertifikat keahlian yang berhubungan dengan K3 langsung dikeluarkan oleh Dirjen Binwasnaker.

Untuk itu dilaksanakan pada Kamis, 11 Januari 2018, perjanjian kerjasama antara Direktur PPNS, Ir. Eko Julianto, M.Sc., MRINA dan Drs. Herman Prakoso Hidayat, MM selaku Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3. Perjanjian kerjasama ini telah berlangsung dari tahun 2000an hingga tahun-tahun mendatang.

Sertifikat keahlian K3 yang dikeluarkan langsung oleh Kemenaker memiliki daya jual yang cukup tinggi di perusahaan. Lulusan tak hanya mendapat ijazah dari kampus, tapi juga sertifikat keahlian, daya jual pun meningkat.

Selamat Menempuh UAS Semester Ganjil Untuk Mahasiswa PPNS

Selama 2 minggu di mulai tanggal 2 Januari 2018 seluruh mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) menempuh ujian akhir semester (UAS) ganjil 2017 -2018. Hadapi UAS dengan maksimal dan jangan lupa berdoa agar mendapatkan hasil yang maksimal,tetap diingat bahwa segala bentuk kecurangan yang terjadi saat pelaksanaan ujian akan mendapatkan sanksi akademis dari komisi disiplin PPNS, oleh karena itu kerjakan sesuai kemampuan sendiri dengan mempersiapkan semua sebelum menghadapi ujian.

“JADILAH MAHASISWA PPNS YANG BERPRESTASI DAN JUJUR”

Suasana UAS 2018

PPNS Advisory Board Siap Dukung Teaching Factory dan Dual System PPNS

Sabtu, 16 Desember 2017 PPNS menggelar PPNS Advisory Board. Acara yang dilaksanakan tahunan ini merupakan salah satu kunci penyelarasan antara pendidikan dan industri. Acara yang tahun ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai Teaching Factory dan juga Dual System, dihadiri oleh banyak perusahaan. Perusahaan yang hadir juga cukup variatif, tak hanya yang berfokus pada bidang perkapalan, melainkan bidang-bidang yang lain.

Dalam acara yang dibuka dengan paparan Direktur PPNS mengenai revitalisasi politeknik dan perannya terhadap peningkatan kualitas SDM Indonesia. PPNS Advisory Board juga mengajak para industri untuk berkeliling di laboratorium dan juga bengkel. Banyak perwakilan industri yang mengapresiasi politeknik yang mampu menyediakan bengkel dengan alat-alat terbaru.

Dalam diskusi, perwakilan dari PT. Najatim misalnya member masukan agar mahasiswa di tahun terakhir lebih banyak diajar oleh praktisi atau dibawa ke lingkungan kerja yang sebenarnya. “Jangan sampai lulusan Teknik Permesinan Kapal, tidak pernah melihat mesin kapal sama sekali. Mereka harus diajak untuk melihat mesin kapal sebenarnya”.

Di akhir acara dilaksanakan penandatangan MoU dengan 7 perusahaan. Yakni : PT. PAL Indonesia, PT. Gusse, PT. Benefita Indonesia, PT. Palka Sarana Utama, PT. Najatim, PT. Orela Shipyard, PT.Dharma Lautan. Beberapa perusahaan lain masih dalam proses penandatangan karena yang hadir bukan pejabat yang berwenang untuk tanda tangan.

 

HIMA Teknik Otomasi Sukses Gelar Automation Week

Himpunan Mahasiswa Teknik Otomasi menggelar Automation Week pada 9-10 Desember 2017. Automation Week 2017 adalah gelaran lomba robot kapal yang dapat berjalan secara otomatis (autonomous) mengikuti jalur yang telah ditetapkan dengan tujuan akhir adalah untuk memadamkan api pada area tertentu yang telah ditetapkan.

Lomba ini diikuti 71 tim dari berbagai SMA/SMK di Indonesia. Pemenang lomba ditentukan dari kapal yang paling cepat sampai finish setelah melalui check point dan memadamkan api di beberapa titik yang ditentukan. Pemenang lomba pada Automation Week adalah :

Juara 1 MAN Surabaya

Juara 2 SMKN 2 Surabaya

Juara 3 SMKN 2 Surabaya

Juara Harapan 1 SMKN 2 Surabaya

Juara Harapan 2 SMKN 2 Surabaya

Juara Harapan 3 SMKN 1 Cerme

Best Design : SMKN 1 Cerme