Presiden ADB Meresmikan Pusat Unggulan Teknologi di Politeknik

Presiden Asian Development Bank, Takehiko Nakao, mengunjungi PPNS  pada Kamis, 02 Februari 2017. Dari berbagai proyek ADB di Indonesia, Presiden ADB tertarik untuk mengunjungi perkembangan proyek PEDP (Polytechnic Education Development Project) yang didukung oleh ADB melalui Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Kunjungannya kali ini turut didampingi Prof. Intan Ahmad selaku Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti.

Beberapa program unggulan yang ingin dicapai dari PEDP adalah politeknik memiliki Pusat Unggulan Teknologi. Di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Presiden ADB menyempatkan diri untuk melihat beberapa inovasi dan  melihat Sertifikasi Welding Inspector mahasiswa Teknik Pengelasan. Presiden ADB juga turut meresmikan kapal alumunium sebagai produk pertama dari PUT PPNS.  Beliau cukup terkesan dengan politeknik di Indonesia dan tentu berharap politeknik di Indonesia makin berkembang.

Save

Kesan Exchange Student di PPNS : Teaching Skill-nya Luar Biasa

6 Mahasiswa University of Kuala Lumpur akhirnya dapat menyelesaikan studinya di PPNS. Mahasiswa tersebut mengikuti program pertukaran pelajar di PPNS selama 4 bulan atau 1 semester. 5 dari mahasiswa tersebut belajar di Prodi Teknik Pengelasan dan 1 orang di Prodi Teknik Otomasi. Di sela-sela acara pamitan dengan Direktur PPNS, mereka mengungkapkan kesannya selama belajar di PPNS.

“Dosen-dosen PPNS teknik mengajarnya sangat baik. They teach us from zero.  Kami yang awalnya tidak pandai mengelas, pulang menjadi pandai mengelas. Saya ingin sekali mengundang dosen-dosen PPNS untuk mengajar di kampus kami agar menularkan teknik mengajarnya.” Mereka mengungkapkan bahwa pengalaman belajar di PPNS sangat bermanfaat bagi dia. Banyak budaya belajar baru yang mereka dapatkan, salah satunya briefing dan berdoa bersama sebelum kelas dimulai dan diakhiri.

Salah satu mahasiswa, Mohammad Noor Afif bin Jamil, bahkan ingin sekali adiknya menjadi full-time student di PPNS selepas dia lulus SMA di Malaysia. Tak hanya itu, mereka juga mengungkapnya kesan yang sangat baik terhadap orang-orang Indonesia yang memang sangat ramah.

PUSKOM AWARD, Apresiasi untuk Pengguna Aplikasi TIK PPNS

UPT Pusat Komputer Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya memiliki program kerja untuk memberikan apresiasi kepada pengguna (user) aplikasi Teknologi Informasi di lingkungan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Pada penghujung tahun 2016 ini, telah dilakukan evaluasi terhadap penggunaan aplikasi dari beragam elemen (ormawa, dosen dan karyawan). Berikut adalah hasil evaluasi PUSKOM PPNS Award yang dibagi menjadi 3 (tiga) kategori :

1.Konten Website Ormawa Terbaik : Himpunan Mahasiswa Teknik Pengelasan (http://hima-tl.ppns.ac.id/)

2. Pengguna SIM Akademik Teraktif : Danis Maulana, S.T, MBA

3. Pemanfaatan Blog Dosen Terbaik : Didik Sukoco, S.T, M.T (http://lecturer.ppns.ac.id/didiksukoco)


Kami ucapkan selamat untuk para pemenang Puskom PPNS Award tahun 2016, semoga dapat memotivasi pengguna (user) lain untuk memanfaatkan Aplikasi Teknologi Informasi di lingkungan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

Workshop Industrial Advisory Board, Agar Lulusan PPNS Tetap Update dengan Industri

Lulusan perguruan tinggi kini dihadapkan pada tantangan akan perubahan teknologi yang sangat cepat. Dalam upayanya agar terus update dengan industri, PPNS menggelar acara tahunan Workshop Industrial Advisory Board (IAB) pada Sabtu, 17 Desember 2016 yang lalu. IAB dibentuk dan terus dikembangkan oleh PPNS agar kurikulum, dan lulusan yang dihasilkan dapat mengikuti perkembangan yang ada di industri. Pimpinan dari berbagai perusahaan hadir untuk memberi masukan bagi sistem pendidikan, dan capaian pembelajaran yang ada di PPNS.

Dua topik utama pada pertemuan kali ini adalah kurikulum atau capaian pembelajaran dan silabus dan pendirian Magister Sains Terapan. Setelah melaksanakan seminar, seluruh peserta dibagi menjadi 5 kelompok dan masing-masing mendapat topic pembahasan yang berbeda.

Salah satu masukan yang disampaikan datang dari Ibu Anita Puji dari PT. Adiluhung Sarana Segara. Beliau menyampaikan bahwa lulusan PPNS sudah cukup baik, memiliki skill yang cukup. Namun, ternyata beberapa teknologi yang diajarkan masih tergolong mendasar. “Mereka perlu mendapat pengetahuan tentang teknologi yang terkini di mesin kapal, khususnya yang terkait mesin-mesin yang sudah bersistem otomatisasi”, tambahnya.

Salah satu pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan oleh PPNS  adalah kemampuan presentasi, dan Bahasa Inggris. Saat ini, dua kemampuan tersebut tidak kalah penting dengan skill yang bersifat teknik.

Workshop IAB ini diharapkan akan terus berkesinambungan dan terus saling memberikan manfaat bagi PPNS dan industri.

Save

PPNS Jalin Kerjasama dengan Universitas Ciputra

Untuk meningkatkan kualitas lulusan, banyak upaya yang dapat dilakukan. Salah satunya melalui kerjasama. Program Studi Manajemen Bisnis telah menginisiasi kerjasama bidang entrepreneurship dengan Fakultas Manajemen dan Bisnis Universitas Ciputra. Kerjasama tersebut dimulai setelah Direktur PPNS, Ir. Eko Julianto, M.Sc., MRINA dan Dekan Fakultas Manajemen dan Bisnis Universitas Ciputra, Dr. Wirawan E. R, CMA, Ak, CA, menandatangani MoU dalam bidang enterpreneuship bertempat di PPNS.

Dalam diskusi kerjasama di PPNS dan Universitas Ciputra tersebut, telah ada beberapa gambaran langkah-langkah kerjasama. Salah satunya didasari oleh sulitnya inovasi kewirausahaan bidang perkapalan dan kemaritiman. Nantinya Universitas Ciputra yang memang fokus pada bidang entrepreneurship, akan membantu PPNS dalam bidang menciptakan teknopreneur bidang perkapalan dan industri penunjangnya.

Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional 2016

Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional 2016 (KKCTBN 2016) atau (ROBOBOAT 2016), adalah kontes yang diselenggarakan untuk menguji kreativitas mahasiswa dalam mendesain badan kapal, menetapkan prinsip engine matching dan merancang sistem otomasinya. Lomba yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan  Kemahasiswaan pada penyelenggaraan ke-4 ini melaksanakan sistem seleksi yang ketat. Sistem penilaian kontes diberikan berdasarkan penguasaan medan atau lintasan yang dilalui oleh kapal. Kegiatan KKCTBN 2016 terbagi atas tiga katagori kontes : 1) Kapal Autonomous dengan sensor identifikasi warna, 2) Kapal cepat dengan sistem manual (Electric Remote Control), dan 3) Kapal cepat Fuel Engine (Engine Remote Control).

Tahun ini, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya menjadi tuan rumah KKCTBN 2016. Hampir 100 proposal masuk, dan melalui 2 kali seleksi, muncul 32 tim dari berbagai universitas di Indonesia. Para finalis ini unjuk kebolehan hasil inovasi kapalnya di Kolam SIER, Rungkut Industri.

img_5185

Setelah melaksanakan perlombaan dari tanggal 29 November – 01 Desember 2016, berikut nama-nama pemenang:

A. Kategori Autonomous Surface Vehicle (ASV)

Juara 1 Barunastra ITS
Juara 2 Aero Ships PPNS
Juara 3 Safinah One UGM

Best Design Aero Ships PPNS

B. Kategori Electric Remote Control (ERC)

Juara 1 Gamanavy UGM
Juara 2 Barunastra Arch4 ITS
Juara 3 Tytan Unisi UII

Best Design Barunastra Arch4 ITS

C. Kategori Fuel Engine Remote Control (FERC)

Juara 1 UART 1 ITN Malang
Juara 2 HYD Amphilive UNDIP
Juara 3 Cakalang 3 PPNS

Best Design Cakalang 3 PPNS

img_5551 img_5521 img_5518Selamat kepada seluruh pemenang dan terima kasih telah menjadi bagian dari inovator muda Indonesia!

Menristekdikti Kunjungi PPNS dalam Upaya Revitalisasi Kampus

headerberitamentri

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir, mengunjungi Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Jumat (28/10) pagi. Kunjungan ini bertujuan untuk secara langsung melihat perkembangan dan produk-produk inovasi unggulan yang telah dan sedang dikembangkan oleh PPNS.

img_4189
img_4336

Dalam lawatannya kali ini, Menristekdikti turut secara simbolis menyerahkan Kaki Palsu yang merupakan hasil kerjasama PPNS dan produsen kaki palsu. Tak hanya itu, cukup banyak inovasi yang dipamerkan oleh PPNS. Beberapa diantaranya adalah kursi roda yang digerakkan oleh android dan hasil inovasi mahasiswa di berbagai bidang.

Sebagai institusi pendidikan di bidang perkapalan, tentu salah satu produk unggulan adalah kapal. PPNS sebagai Pusat Unggulan Teknologi Kapal Kecil Alumunium terus mengembangkan pembuatan kapal alumunium. Bahkan Menristekdikti juga ikut memasang gading pada kapal aluminium yang dalam proses pembuatan. Nasir menyampaikan bahwa kapal-kapal yang dikembangkan oleh PPNS, baik itu penangkap ikan, kapal perang, kapal yang fungsinya sebagai ambulans adalah bentuk-bentuk inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya nelayan. Dalam upayanya untuk revitalisasi politeknik, rencananya akan ada sistem 3+2+1 (untuk D3) yakni 3 semester di kampus (teori dan praktek), 2 semester di industri, dan 1 semester untuk tugas akhir. Diharapkan dengan sistem ini, lulusan politeknik akan makin bersaing di dunia industri.(nuh)

img_4381