NTU, Kampus No. 1 Taiwan, Ajak PPNS Kerjasama

National Taiwan University (NTU), perguruan tinggi No. 1 di Taiwan, Selasa (24/04) berkunjung ke PPNS. Delegasi NTU yang diwakili Prof. Shiu-Wu Chau dan Prof. Kung-Yen Lee dari Department of Engineering Science and Ocean Engineering ini berkunjung untuk mengajak kerjasama dengan PPNS.

Mereka melihat PPNS sebagai “focused university” yang berarti perguruan tinggi yang sangat fokus pada bidang tertentu. PPNS sendiri tentu melihat ini sebagai sebuah kesempatan besar. Tidak mudah untuk dapat bekerjasama dengan universitas kelas dunia seperti NTU.

Gambar 1. Foto Bersama Delegasi NTU dan PPNS

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Wakil Direktur PPNS, Ketua Jurusan, International Office, dan beberapa perwakilan dosen menyepakati beberapa hal, diantaranya:

1. Kerjasama Riset.
Salah satu poin penting yang disepakati dalam pertemuan ini adalah kerjasama bidang riset. Hal ini karena mereka datang dari bidang yang sama dengan PPNS. Kerjasama dengan dari NTU untuk beberapa bidang riset misalnya bidang perkapalan, Wind Turbine, Energy, dan lain-lain. Kerjasama ini akan diupayakan mendapatkan dukungan dari Ministry of Education dan Ministry of Science and Technology (MOST), Taiwan.
2. Student and Staff Exchange
Akan ada program Short Mobility Program untuk mahasiswa di bawah program TEEP @Asia dan Capstone. Program ini juga akan dibantu secara pendanaan oleh Ministry of Education Taiwan dan MOST Taiwan.
3. Beasiswa program Master dan Doktor
Yang paling ditunggu adalah kemudahan dan akses untuk studi lanjut di NTU. Bagi alumni PPNS untuk studi Master Program dan Dosen untuk studi lanjut Doktor di kampus ini.

Gambar 2. Kunjungan ke Bengkel untuk Melihat Pembuatan Kapal Ambulance

Tim PPNS Berhasil Sumbang Medali di NPEO 2018

Kabar menggembirakan datang dari tim PPNS yang sedang mengikuti National Polytechnic English Olympics (NPEO). NPEO 2018 yang dilaksanakan di Politeknik Pos Indonesia Bandung 14-20 April 2018 ini diikuti oleh 52 politeknik negeri dan swasta.


Tim PPNS berhasil menjadi juara beberapa kategori NPEO

Tim PPNS berhasil menyabet juara dalam beberapa kategori:

Nurul Noviandani : First Winner of Speech Competition
Meliana Frantika: 2nd rank of Novice for Speech Competition
Sultan Fat Ihza and Gangsar Satrio: 2nd Winner of Essay Writing Competition

Selamat untuk mahasiswa dan pembimbing yang berhasil menyumbangkan prestasi atas nama PPNS. Semoga prestasi ini menginspirasi mahasiswa PPNS untuk makin berprestasi.

POLTEKIP Belajar Pengelolaan Politeknik ke PPNS

Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), Kamis (19/04) mengunjungi PPNS. Kunjungan ini guna melaksanakan studi banding sistem pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan politeknik. Hadir dari Poltekip adalah Wadir I, Kaprodi, Kepala SPI, Kabag, Kasubag dan perwakilan dosen dan staf.
Sharing antara PPNS dan Poltekip ini mencakup banyak hal. Mulai dari perumusan standar kompetensi lulusan, tahapan akreditasi, bagaimana proses pengembangan penelitian, dan pengembangan politeknik secara umum. Direktur PPNS, Eko Julianto, menuturkan bahwa PPNS siap membantu Poltekip bila dibutuhkan. “Kalau bapak memerlukan pendamping atau konsultan, kami siap mengirimkan wakil kami kesana”, ungkapnya.
Sebagai politeknik kedinasan di bawah Kemenkumham, Poltekip merasa ‘baru’ di lingkungan Kemristekdikti.  “Meskipun secara usia kami sebenarnya sudah cukup lama, namun kami sangat baru sebagai politeknik di bawah Kemenristekdikti. Kami merasa perlu banyak belajar tentang pengelolaan politeknik kepada politeknik yang sudah berkembang dengan baik”, ungkap M. Akbar, Wakil Direktur I Poltekip.
Harapan dari pertemuan ini adalah saling memberikan manfaat dan memajukan politeknik di Indonesia. Politeknik sebagai salah satu tumpuan dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan skilfull harus mampu berkembang sesuai tuntutan zaman.

Tingkatkan Angka Technopreneur di Indonesia, PPNS loloskan 2 Proposal Bisnis di PPBT

Jumlah wirausaha di sebuah negara ikut menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dari total penduduk Indonesia, baru 3,1% yang merupakan wirausaha dan hanya 0.43% wirausaha berbasis teknologi. Masalahnya, seringkali start-up yang berasal dari perguruan tinggi

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menaikkan angka wirausaha berbasis teknologi adalah dengan menggelar Pogram Pengusaha Berbasis Teknologi (PPBT). Dimana program ini mengajak perguruan tinggi agar hasil inovasinya tak hanya sekedar riset yang berakhir di rak buku, melainkan menciptakan produk inovasi yang benar-benar siap dipasarkan di masyarakat. Melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, PPNS berhasil meloloskan 2 proposal untuk nantinya dibimbing di inkubator bisnis agar sampai pada tahap komersialisasi.

Judul yang lolos adalah:

  1. Safe Walk Petruk Sepatu Rehabilitasi Stroke dengan Modalitas TENS (Dr. Am Maisaroh D, M.Kes)
  2. Kursi Roda Otomatis Berbasis Android (Didik Sukoco, ST., MT)

Dua tenant tersebut diundang untuk mengikuti pelatihan PPBT. Pelatihan tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi pada Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi selama 6 hari mulai Senin-Sabtu (9-14/2018) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.

Selain pelatihan juga dilakukan penandatanganan kontrak antara Pejabat Pembuat Komitmen Program PPBT dengan Inkubator. Penandatanganan kontrak secara simbolis dilaksanakan hari kedua pelatihan, disaksikan Menristekdikti Prof Dr H Mohamad Nasir PhD.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Jumain Appe dalam sambutannya menyampaikan, saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks dan kompetitif. Dalam era Revolusi Industri 4.0 ini, inovasi teknologi dan sumber daya manusia (SDM) yang unggul adalah kunci utama menentukan daya saing bangsa.

Program PPBT nantinya akan membekali pendiri startup dengan pendanaan usaha, keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan sehingga dapat meminimalisir kegagalan dan menjadi startup yang berkualitas. Harapan dari program PPBT 2018 ini adalah makin banyak technopreneur yang tercetak dari perguruan tinggi dan menyumbang kemajuan bangsa.

5 Prodi PPNS Kini Terakreditasi A

Terobosan baru dilakukan oleh PPNS dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu hal yang mampu menjadi tolak ukur adalah akreditasi nasional yang dikeluarkan oleh BAN-PT. Dari total 14 total program studi (termasuk 5 program studi yang baru berdiri), kini PPNS memiliki 5 Program Studi yang terakreditasi A. Program studi tersebut adalah:

1. D3 Teknik Bangunan Kapal

2.D4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja

3. D4 Teknik Pengelasan

4. D4 Teknik Perpipaan

5. D3 Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal

Berikut adalah kriteria penilaian untuk akreditasi program studi :

  1. Identitas
  2. Izin penyelenggaraan program studi
  3. Kesesuaian penyelenggaraan program studi dengan peraturan perundang-udangan
  4. Relevansi penyelenggaraan program studi
  5. Sarana dan prasarana
  6. Efisiensi penyelenggaraan program studi
  7. Produktivitas program studi
  8. Mutu lulusan

Hasil baik ini diharapkan makin menginspirasi program studi lain untuk terus berkembang sehingga makin banyak program studi yang mendapatkan akreditasi A dari BAN PT.

Politeknik se-Indonesia Siapkan Soal-Soal UMPN

Mendekati pembukaan jalur UMPN, politeknik negeri se-Indonesia mulai mempersiapkan soal-soalnya. Kamis (22/03), perwakilan dari 40 politeknik negeri se-Indonesia mengirimkan wakilnya ke Surabaya untuk mulai membuat dan memperkirakan tingkat kesulitas soalnya. Tahun ini, PPNS mendapat jatah untuk menjadi penyelenggara workshop penyusunan dan Pengembangan Kualitas Soal Ujian Masuk Nasional Politeknik 2018 yang tahun ini diadakan di Hotel Dafam Surabaya.

Para calon mahasiswa baru bisa mulai mengakses website masing-masing politeknik untuk UMPN mulai tanggal 23 April – 25 April 2018. Untuk jenis tes di PPNS adalah tes rekayasa yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Fisika. Untuk Tahun ini, bagi pendaftar prodi Manajemen Bisnis di PPNS akan mengikuti Tes Tata Niaga dengan mata ujian : Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ekonomi.

Di PPNS, UMPN bisa diikuti tak hanya calon mahasiswa yang berasal dari kelas 12 tapi juga peserta yang sudah lulus 1-2 tahun sebelumnya. UMPN adalah jalur ketiga dari empat jalur yang tersedia di Proses Penerimaan Mahasiswa Baru PPNS. Para calon mahasiswa diharapkan memanfaatkan kesempatan yang ada.