Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri

Penerimaan Mahasiswa Baru jalur mandiri akan dibuka 9-20 Juli 2018. Jalur mandiri merupakan jalur terakhir pada penerimaan mahasiswa baru PPNS angkatan 2018/2019.

Langsung segera cek tanggal-tanggal pentingnya dengan membuka laman pmb.ppns.ac.id

Go Global, Exchange dan Double Degree di KNU

Salah satu program yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa PPNS adalah Outbound Mobility khususnya ke luar negeri. Kali ini giliran Kunsan National University berbagi informasi mengenai biaya hidup, tuition fee, dan berbagai informasi lain yang dibutuhkan. KNU menjadi universitas di Korea yang akan menjadi pilihan untuk mobility program setelah Catholic University of Daegu yang sudah meluluskan hampir 19 mahasiswa Double Degree CUD-PPNS.
Kamis, 28 Juni 2018 PPNS kedatangan 3 professor dari KNU yang memberikan informasi secara langsung tentang Double Degree (DD) di KNU. Dalam acara ini hadir mahasiswa dan dosen sebagai peserta sosialisasi. Ada 1 mahasiswa PPNS yang sedang menempuh DD di KNU yang dijadikan contoh dan motivasi untuk mahasiswa PPNS yang hadir. Banyak pertanyaan yang muncul dari mahasiswa misalnya program studi yang sesuai untuk double degree.
Sebagai universitas negeri di Korea, KNU menawarkan banyak beasiswa. Biaya hidup di Kunsan juga tak semahal di Seoul atau di Pusan. Hal tersebut menjawab kegelisahan mahasiswa yang mengkhawatirkan tingginya biaya hidup di KNU. Bahkan untuk exchange, KNU menerapkan bebas SPP untuk mahasiswa PPNS yang mengikuti program pertukaran pelajar di sana.
Program DD ini akan difokuskan pada mahasiswa semester awal agar mempersiapkan diri lebih awal untuk kursus Bahasa Korea. (nuh)

Pengembangan Modul Ajar, Persiapan Jelang Teaching Factory

Sebagai salah satu upaya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, PPNS menggelar Workshop Pengembangan Modul Ajar pada Jurmat (22/06/2018). Workshop yang diadakan oleh Unit Pengkajian & Pengembangan Sistem Mutu Pembelajaran (UP2SMP) PPNS dan PIU PPNS dihadiri hampir 70 peserta yang berasal dari dosen berbagai program studi.

Wakil Direktur Bidang Akademik, Adi Wirawan Husodo, ST., MT menyampaikan bahwa pengembangan modul ajar salah satunya untuk memenuhi Permenristekdikti No. 55 No. 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. “Pengembangan modul ajar ini untuk mendukung Permenristekdikti tentang 1 SKS untuk vokasi”, ungkap Adi.

Sedangkan UP2SMP menyelenggarakan workshop ini sebagai persiapan pembelajaran berbasis teaching factory. “Workshop ini diadakan untuk menyelaraskan pemahaman penulis modul ajar tentang model pembelajaran berbasis teaching factory,” ungkap Anda Iviana Juniani, ST., MT  selaku kepala UP2SMP-PPNS.

Sebagai salah satu politeknik yang mendapatkan hibah Revitalisasi Politeknik, pembelajaran di politeknik diharapkan semirip mungkin dengan dunia industri. Modul ajar yang akan dibuat oleh para tim pengajar di PPNS ini akan disusun dengan konsep teaching factory. Ini berarti bahwa tim pembuat modul ajar akan menyusun modul dengan menggunakan industri sebagai referensi utama.

Output dari kegiatan ini adalah 30 modul ajar baru yang berbasis teaching factory. Untuk saat ini, kegiatan pembuatan modul ajar dengan sistem teaching factory akan fokus pada Program Studi di bawah Jurusan Teknik Permesinan Kapal dan Program Studi Teknik Desain dan Manufaktur. (nuh)

Halal bi Halal Keluarga PPNS, Pererat Silaturrahmi

Di hari pertama masuk kerja, Halal Bi Halal Keluarga Besar Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya digelar secara meriah. Mengundang seluruh dosen,  karyawan, beserta keluarga, Halal bi Halal menjadi ajang silaturrahmi bagi seluruh civitas akademika PPNS.

Acara ini berlangsung pada 21 Juni 2018 di Grha Dewaruci dengan dihadiri hampir 400 orang yang terdiri dari dosen dan seluruh karyawan PPNS. Turut mengundang dalam acara ini adalah Ustad H.Mohammad Syakir Ridlo MA sebagai penceramah. Tema Halal Bi Halal 1439 H PPNS adalah Halal Bi Halal untuk meningkatkan iman dan takwa dalam rangka menjalin kebersamaan di PPNS.

 

UPT Bahasa PPNS Menjadi Rujukan Politeknik Negeri Kupang

Lagi-lagi UPT Bahasa kedatangan tamu istimewa dari sesama Politeknik, dan kali ini adalah dari wilayah luar Jawa.  Ya, PPNS menyambut hangat kunjungan dari UPT Bahasa Politeknik Negeri Kupang yang berniat mengembangkan fasilitas dan meningkatkan kualitas UPT Bahasa Poltek Negeri Kupang yang masih baru/newborn. Studi banding yang berlangsung pada Selasa 15 Mei 2018 ini diharapkan dapat memberi masukan serta ide baru dalam pelaksanaan program di UPT Bahasa Poltek Negeri Kupang. Ibu Olivia dan Ibu Gloria yang mewakili UPT Bahasa Poltek Negeri Kupang ingin mengupas tuntas mengenai kegiatan pengembangan bahasa yang telah berjalan di UPT Bahasa PPNS.

Pada awal kunjungan berlangsung, Direktur PPNS, Bapak Ir. Eko Julianto beserta jajaran direksi berbagi ilmu dengan Ibu Olivia dan Ibu Gloria yang mewakili Poltek Negeri Kupang mengenai program Double Degree dengan pemerintah Taiwan dimana mahasiswa PPNS belajar 2 tahun di Taiwan dan 2 ahun di PPNS serta 1 tahun internship. Harapannya adalah Poltek Kupang juga dapat mengembangkan program yang sama.  Diskusi kemudian berlanjut, membahas mengenai Program kerja UPT Bahasa PPNS yang telah berjalan, diantaranya adalah kursus General English, kursus Bahasa Korea, Kursus Conversation untuk Tenaga Kependidikan, serta kursus TOEIC Preparation. Tak hanya itu,  Kepala UPT Bahasa PPNS, Ibu Lusia beserta staff administrasi dan beberapa dosen Bahasa Inggris PPNS juga memberi masukan mengenai perangkat pembelajaran seperti kurikulum, silabus, materi, dan metode, serta fasilitas pendukung yang digunakan di UPT Bahasa PPNS dalam melaksanakan program kursus.

Studi banding ini diharapkan mampu mensupport Poltek Negeri Kupang dalam mengembangkan UPT Bahasa. PPNS berharap kedepannya akan ada lagi kunjungan-kunjungan baru yang mutual dan mampu memberikan manfaat dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi di Indonesia.

Teknik Otomasi dan Teknik Kelistrikan Kapal Banjir Prestasi

Mahasiswa dari prodi Teknik Otomasi dan Teknik Kelistrikan Kapal menyumbangkan banyak prestasi atas nama PPNS. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Juara 2 dalam Lomba Scientific Writing Competition di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Atas namaDana Hartono (Teknik Kelistrikan Kapal) dan Irfan Kristiawan (Teknik Kelistrikan Kapal).

2.  Juara 3 Tingkat Nasional dalam ajang Electromedical Innovation Competition 2018 yang diadakan di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya kategori Life Support. Atas nama: Oktavian Bagas Dewa (Teknik Otomasi), Moch. Andika Haris Sahputera (Teknik Otomasi), Achmad Donni Wiratmoko (Teknik Otomasi)

3. Juara Harapan II Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) RWrC #5 di UKMF Penelitian FIP UNY atas nama Lutfi Mahendra Z (D4 Teknik Otomasi) dan Nurdin (D3 Teknik Kelistrikan Kapal).

 

Selamat! Semoga terus menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya!

Sertifikat Kompetensi Makin Penting, PPNS Siapkan Puluhan Asesor

Beberapa tahun mendatang, banyak perusahaan tidak akan lagi bertanya tentang ijazah. Tren ini meningkat, bahkan perusahaan besar seperti Google, Ernst and Young sudah memulai tidak mensyaratkan ijazah dalam mencari karyawan. Lalu apa yang diprioritaskan? Diantaranya adalah kompetensi dan softskills. Kompetensi dapat dibuktikan salah satunya melalui sertifikat kompetensi.

Gambar 1. Pelatihan Asesor Kompetensi Dosen PPNS oleh BNSP

Gambar 2. Pelatihan dan Sertifikasi untuk Mahasiswa Teknik Perpipaan

Melihat hal tersebut, PPNS merasa perlu untuk meningkatkan daya saing para lulusannya dengan cara membekali lulusan dengan sertifikat kompetensi. Salah satu keunggulan PPNS yang belum dimiliki politeknik atau perguruan tinggi lain adalah semua lulusan tak hanya mendapat ijazah melainkan juga akan dibekali sertifikat kompetensi. Bila sebelumnya beberapa lulusan program studi memiliki sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh PPNS (beberapa prodi menggunakan sertifikat dari BNSP dan Kemenaker), tahun ini diharapkan semua program studi dapat mengeluarkan sertifikat kompetensi dengan logo resmi BNSP.

Dalam mengupayakan hal tersebut, PPNS menggelar Pelatihan Asesor oleh BNSP pada hari Jumat (27/04). Pelatihan ini dibuka langsung oleh Ir. Drs. Asrizal Tatang dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Ir. Eko Julianto, M.Sc., MRINA selaku Direktur PPNS. Tak tanggung-tanggung, dosen yang diikutkan dalam pelatihan ini berjumlah 48 orang dari berbagai prodi. Jadi total dosen yang berstatus asesor nantinya berjumlah hampir 80 orang. Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari di PPNS dan Hotel Mercure Surabaya. Hasil dari pelatihan ini adalah dosen-dosen PPNS siap menjadi asesor bersertifikasi BNSP. Ini merupakan bagian dari program Polytechnic Education Development Project (PEDP) yang didanai Kemristekdikti. Skema Kompetensi juga telah disusun oleh seluruh program studi dan telah divalidasi BNSP sebelum siap digunakan untuk lulusan tahun 2018.  

Tidak hanya mahasiswa PPNS yang bisa mengikuti pelatihan dan uji kompetensi di PPNS, melainkan juga masyarakat umum. Masyarakat umum dapat mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi dengan mengunjungi laman ppns.ac.id untuk melihat jenis pelatihan yang diinginkan. Ayo bekali diri dengan sertifikat kompetensi agar daya saing makin tinggi!