Perkuat Sinergi Kampus-SMA, PPNS Perkuat Kerjasama dengan Sarasehan dan Penandatanganan Kerjasama


Pendidikan Vokasi memiliki peranan yang sangat penting dan juga sebagai harapan masyarakat untuk mendapatkan keterampilan dan keahlian untuk kehidupan di masa depan. Dengan demikian sangat dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, baik dari dalam ataupun luar negeri. Mengenalkan layanan pendidikan vokasi agar dapat bersaing dan beradaptasi di masa datang dengan ilmu dan keterampilan yang mumpuni.


Untuk itu, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) menjalin kerjasama dengan sekolah menengah atas mulai dari SMA/SMK/MA yang tergabung dalam naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kerjasama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama yang ditandatangani oleh Direktur PPNS Rachmad Tri Soelistijono pada Kamis (07/03) di Grha Dewaruci PPNS bersama hampir Kepala Sekolah dari 46 SMA/SMK/MA.


Dalam Pembukaan Sarasehan direktur menyampaikan bahwa tujuan Kerjasama adalah untuk mensinergikan potensi dan sumber daya yang dimiliki para calon mahasiswa guna mengembangkan Kerjasama misi sekolah dan pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi yang meliputi bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Agar sinergi semakin kuat, turut hadir Suhartono, M.Pd selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

“Pertemuan ini sangat luar biasa apabila kita tidak hanya berhenti di penandatanganan MoU, tapi harus dilanjutkan bagaimana kedepan inovasi bapak ibu yang hadir dengan sarasehan disini bisa menangkap sesuatu yang bisa dikembangkan,” ungkap Suhartono.


Lebih lanjut Suhartono mengatakan, untuk saat ini pemahaman Guru BK tentang perguruan tinggi ini masih kurang, sehingga prosentase anak didik banyak yang tidak melanjutkan, karna tidak adanya referensi. Siswa tidak banyak tahu tentang perguruan tinggi, harusnya guru BK itu paham tentang perguruan tinggi yang di tuju. Sehingga anak yang memiliki potensi dan kemampuan guru BK mampu mengarahkan Dimana perguruan tinggi selanjutnya yang akan di tuju.


Jadi kita itu jangan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, memberikan keterampilan, namun bagaimana pasca Pendidikan ini juga harus disampaikan. Minimal jika Guru BK itu paham, anak itu akan terbuka mindsetnya. Maka dengan adanya sarasehan ini dapat membuka pemahaman guru BK tentang banyaknya informasi-informasi perguruan tinggi ini yang belum diketahui oleh kita,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Timur.


Di sisi lain, Wakil Direktur Bidang Akademik, Aang Wahidin menjelaskan dan mengenalkan Profil PPNS kepada para undangan, “Kita sadar di awal awal berdirinya PPNS untuk mengenalkan saja cukup sulit, karna stigma Masyarakat Perkapalan itu identik dengan Pelayaran. Sehingga untuk mencari mahasiswa saat itu sulit sekali, karna anak anak SMA/SMK/MA itu tidak kenal dengan politeknik Perkapalan. Disini perlu saya sampaikan melalui sarasehan ini sebenarnya Perkapalan berbeda sekali dengan pelayaran, dan terus kami kembangkan PPNS tidaklah murni seluruhnya tentang Perkapalan.


Aang menekankan, sebenarnya ini kalau kita berbicara perkapalan, apa yang ada di darat itu juga ada di kapal. Karna ibaratnya kapal itu adalah bangunan sipil yang ada di darat, ada desainnya, ada arsiteknya, ada yang menghitung engine powernya, trus ada yang menghitung kelistrikannya. Sehingga apa yang ada di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya kompetensinya juga dipakai diluar bidang perkapalan, kemudian lulusan dari perguruan tinggi vokasi ini arahnya akan terjun sebagai penggerak maupun tenaga ahli di dunia usaha maupun industri. (Sol)