BANTU NELAYAN DI SURABAYA, PPNS CIPTAKAN PERANGKAT DIGITAL VIRTUAL ASSISTANT

Besarnya potensi perikanan tangkap di  Indonesia membuat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) mengembangkan perangkat Digital Virtual Assistant (DVA). Berkolaborasi dengan Kelompok Nelayan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Terus Jaya, pengembangan perangkat DVA menjadi praktik baik program Matching Fund 2023 untuk membantu efisiensi nelayan.

Dosen PPNS sekaligus Ketua Program Matching Fund 2023, Dwi Sasmita Aji Pambudi, mengatakan bahwa pengembangan perangkat DVA awalnya berupa Portable Virtual Assistant, di mana saat ini masih menggunakan sumber listrik dari accu

“Saat ini kami kembangkan sehingga perangkat DVA ini sudah terintegrasi dengan solar panel. Ini sangat mendukung program pemerintah green energy,” kata Dwi Sasmita. 

Dengan adanya inovasi DVA ini, lanjut Dwi Sasmita, maka para nelayan diharapkan tidak perlu lagi mengisi (charging) DVA dengan listrik dari rumah. Pengisian perangkat bisa dilakukan di perahu atau pada siang hari di tempat manapun. 

“Selain bisa menunjukkan lokasi persebaran ikan, DVA ke depan bisa berfungsi sebagai logger perjalanan nelayan sehingga rute nelayan bisa terekam dan data tersebut bisa kita jadikan sumber big data untuk menentukan titik titk potensial persebaran ikan,” ujar Dwi Sasmita.  

Masih menurut Dwi Sasmita, keunggulan dari perangkat ini adalah meskipun konsumsi energinya kecil, tetapi tidak mengurangi kinerja dari perangkat ini. 

Sementara itu, anggota tim Matching Fund 2023, Muhammad Khoirul, Hasin mengatakan bahwa selain inovasi produk, pihak PPNS juga sudah melakukan pendampingan ke nelayan terkait perangkat DVA. Pendampingan ke nelayan dilakukan PPNS dengan menggandeng LKM Terus Jaya, Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.  

Ketua LKM Terus Jaya Desa Tambak, Cemandi M. Badrus Syarifuddin, menilai, selain menguji kinerja perangkat di lapangan yang sebenarnya, pendampingan yang intensif ke nelayan juga bermanfaat untuk memberikan masukan (feedback) untuk pengembang dari nelayan sehingga perangkat DVA semakin baik fitur dan manfaatnya. 

Anggota tim Matching Fund 2023 lainnya, Afif Zuhri Arfianto, mengatakan bahwa dukungan atas program ini kepada nelayan tidak hanya datang dari LKM Terus Jaya, tetapi juga dari berbagai  stakeholder lainnya, seperti Dinas Perikanan Sidoarjo, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, dan Politeknik Pelayaran Surabaya. 

“Instansi-instansi tersebut memberikan knowledge sharing kepada nelayan dari materi tentang keselamatan kerja hingga hukum-hukum pelayaran di Indonesia,” kata Afif Zuhri Arfianto.