SURABAYA – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pusat pendidikan vokasi maritim unggulan di Indonesia. Pada 28 April 2026, kampus yang dikenal dengan julukan Shipbuilding Institute of Polytechnic Surabaya ini menerima kunjungan edukasi besar dari dua sekolah menengah atas sekaligus, yakni SMAN 1 Sukodadi Lamongan dan SMAN 1 Rogojampi Banyuwangi.
Rangkaian kunjungan dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan kedatangan 340 siswa dari SMAN 1 Sukodadi Lamongan. Suasana antusiasme berlanjut pada siang hari pukul 13.00 WIB, saat 190 siswa dari SMAN 1 Rogojampi Banyuwangi tiba di kampus bumi Sukolilo tersebut. Total sebanyak 530 siswa ini hadir untuk mengeksplorasi potensi karier dan inovasi teknologi di dunia maritim di Grha Dewaruci, PPNS.
Mengenal Prodi Unggul dan Masa Depan Maritim
Dalam sambutannya, pihak manajemen PPNS memaparkan berbagai program studi (prodi) unggulan yang dirancang khusus untuk menjawab tantangan industri masa depan. PPNS menekankan bahwa kurikulum mereka tidak hanya fokus pada pembangunan kapal, namun mencakup ekosistem luas seperti kelistrikan kapal, manajemen logistik maritim, hingga keselamatan kerja. Hal ini bertujuan untuk menampung minat spesifik siswa SMA agar dapat berkontribusi langsung bagi kedaulatan maritim Indonesia.
Inovasi Mahasiswa: Dari Paving Eco-Friendly hingga Water Treatment

Tidak sekadar presentasi di dalam ruangan, para siswa juga disuguhi pameran produk inovasi hasil karya mahasiswa PPNS. Beberapa produk yang menjadi sorotan utama antara lain:
- Eco-friendly Paving Block: Produk material konstruksi ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah.
- Model Water Treatment Skala Kecil: Solusi teknologi pengolahan air bersih yang efisien.
- Miniatur Kapal Komersial: Representasi akurat dari desain kapal modern yang mengedepankan efisiensi bahan bakar.


Kegiatan kunjungan ini dikonsep secara khusus untuk mendukung pencapaian target UI GreenMetric (UIGM), di mana PPNS berkomitmen penuh dalam menciptakan ekosistem kampus yang sadar lingkungan (environmentally conscious) dan berkelanjutan (sustainability conscious).
Melalui pameran produk ramah lingkungan seperti paving block daur ulang dan sistem pengolahan air, PPNS berupaya mengedukasi generasi muda bahwa dunia teknik dan maritim tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab pelestarian lingkungan. Pengenalan ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran kritis bagi para siswa untuk memilih karir yang mendukung pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).
“Kami ingin menunjukkan kepada adik-adik SMA bahwa menjadi ahli maritim di era ‘New Economy’ berarti juga menjadi pelopor solusi hijau. PPNS bukan hanya tempat belajar teknik, tapi tempat menumbuhkan inovasi yang selaras dengan alam,” ujar salah satu Dosen PPNS.
Melalui kegiatan ini, PPNS berharap para siswa dari Lamongan dan Banyuwangi dapat pulang dengan wawasan baru bahwa dunia maritim Indonesia menanti peran mereka sebagai teknokrat muda yang kompeten sekaligus mencintai lingkungan.

